kumparan
26 Mar 2019 13:06 WIB

Resahkan Petani, 1.031 Botol Pestisida Palsu di Brebes Diamankan

Polisi menunjukkan barang bukti pestisida palsu. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
BREBES - Tim Gabungan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) dan Resmob Satreskrim Polres Brebes mengungkap peredaran produk pestisida diduga palsu (ilegal) yang selama ini meresahkan para petani di Kabupaten Brebes. Sebanyak 1.031 botol pestisida palsu diamankan polisi.
ADVERTISEMENT
Polisi juga menangkap dua pelaku yang terlibat dalam kasus ini. Mereka yakni, Sunaryo (48) warga Trowulan Mojokerto Jawa Timur, dan Syarifudin (48) warga Warungasem Kabupaten Batang.
Keduanya diringkus di Jalan Raya Sitanggal, Kecamatan Larangan, Brebes. Saat itu mereka membawa 1.031 botol obat pestisida berbagai jenis dan merk palsu yang diangkut menggunakan sebuah mobil pribadi.
Di hadapan petugas, Sunaryo mengaku melakukan perbuatan itu karena tergiur dengan hasil besar yang didapatkanya. Ia bertugas meracik sekaligus mengedarkan dan memperdagangkanya.
"Saya ambil dan beli pestisida yang dipalsukan itu, dari Bandung, Jawa Barat. Untuk kemudian saya jual di wilayah Brebes. Dengan keuntungan margin hingga 30 persen per botol," aku Sunaryo.
Pelaku beserta barang bukti pestisida palsu diamankan di Mapolres Brebes, Selasa (26/3). (Foto: Fajar Eko Nugroho)
Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono mengatakan, penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi dan keluhan dari masyarakat khususunya para petani yang resah dengan keberadaan diduga pestisida palsu tersebut.
ADVERTISEMENT
"Banyak informasi yang masuk ke pihak kepolisian terkait pestisida yang dipalsukan itu. Kita langsung turunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengungkapnya," ucap Aris Supriyono, Selasa (26/3).
"Berdasarkan hasil laboratorium dari uji kandungn pestisida itu, yakni tidak sesuai dengan isinya yang tertera dalam label produk pestisida itu. Tak hanya mengedarkan, pelaku juga memproduksi sendiri dengan memalsukan isi pestisidanya," tambah dia.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan lebih dari 1.031 botol pestisida berbagai ukuran dan merk lengkap. Selain itu, satu unit mobil Honda Mobilio sebagai sarananya.
Akibat tindakan kedua pelaku, mereka diancam berlapis. Di antaranya pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf e UURI No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
ADVERTISEMENT
Pelaku juga diancam dengan Pasal 60 ayat (1) huruf g atau ayat (2) huruf g Jo pasal 38 ayat (1) UURI No. 12 tahun 1992 tentang Sistim Budidaya Tanaman. Selain itu pelaku diancam Pasal 100 ayat (1) UU RI No. 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. "Untuk ancaman pidananya tujuh tahun penjara," katanya.
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Irsyam Faiz
Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami perubahan judul dan isi. Ada miss-persepsi soal data jumlah pestisida palsu yang diamankan polisi. Mohon maaf.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·