Saat Nggowes dan Ngabuburit, 7 Pesepeda di Pemalang Tersesat di Hutan

Konten Media Partner
20 April 2022 22:51
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
SS video pesepeda yang tersesat dalam hutan di perbukitan Desa Mendelem, Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.
zoom-in-whitePerbesar
SS video pesepeda yang tersesat dalam hutan di perbukitan Desa Mendelem, Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.
ADVERTISEMENT
PEMALANG – Saat nggowes dan ngabuburit, sedikitnya 7 pesepeda tersesat dalam hutan di perbukitan Desa Mendelem, Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Kejadian itu pun viral karena video saat 7 pesepeda tersesat itu diunggah di sejumlah media sosial.
ADVERTISEMENT
Dari hasil penelusuran, 7 pesepeda yang merupakan anggota All Mountain Pemalang itu adalah Adi Prayogo (38) Nur Akhmadi (68), Abdul Hiroshi (37), Agus Malik, Aji Saxena, Yales dan Bakhtiar. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/4/2022) lalu, saat mereka ngabuburit dengan bersepeda.
Tersesatnya 7 pesepeda salah satunya diunggah di Grup Facebook Gowes Pemalang Selawase. Dalam unggahan itu terdapat keterangan "Assalamualaikum para goweser pemalang. alhamdulillah kami sudah dievakuasi masyarakat setempat pukul 20.00. kejadian kemaren sore tanggal 17 april 2022 lokasi di dekat curug bengkawah. kami kehilangan arah karna sudah larut malam banyak cerita mistis yang kami rasakan maszehh. hati hati mas dan mbak kalo lagi trabas adventure jika hilang arah alangkah baiknya kembali demi keselamatan.”
ADVERTISEMENT
Salah seorang peseda yang tersesat, Adi Prayogo (38) saat ditemui di rumahnya di Pelutan Griya Indah, Desa Pelutan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Rabu (20/4/2022) mengatakan, kegiatan bersepeda di kawasan Curuq Berkawah, Kecamatan Belik dalam rangka ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa.
"Kami sebelumnya sudah survei terlebih dahulu untuk mengetahui apakah jalur yang kita rencana bisa dilewati atau tidak," katanya.
Usai survei, mereka pun berangkat dari Kota Pemalang ke Curug Bengkawah Desa Sikasur, Kecamatan Belik menggunakan pick up, sekira pukul 14.00 WIB dan merencanakan berbuka puasa di wilayah Randudongkal.
Mereka mulai bersepeda dari Desa Mendelem, Kecamatan Belik. Awal perjalan sudah sesuai dengan rute yang direncanakan, yakni melewati Hutan Romantis. Namun tiba - tiba, di tengah perjalan 7 pesepeda ini kehilangan arah.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Sekitar 50 persen perjalan kita aman, rombongan masih hafal jalurnya. Namun setelah itu kita blank gak tahu arah. Saking asiknya kita lihat pemandangan perbukitan, sungai, kita blank," ungkapnya.
Menurutnya, perjalanan 7 pesepeda ini terhenti karena jalur sudah tidak terlihat lagi, karena tertutup ilalang yang tingginya sekitar 170 centimeter atau pas kepala orang dewasa. Perjalanan mereka terhenti sekira pukul 17. 45 WIB atau sebelum masuk waktu salat maghrib.
"Nah di situ lah kita sudah mereka kehilangan tenaga, kehausan sampai mengalami dehidrasi. 3 botol air mineral ukuran kecil pun terpaksa kita bagi-bagi. Dan saat itu juga sudah mulai gelap," ujarnya.
Senada dikatakan pesepeda lain, Abdul Hiroshi. Menurutnya, saat itu kondisi rombongan sudah panik dan kondisi bateri HP sudah menipis. Beruntung ada sinyal dan akhirnya mereka menghubungi warga yang sekitar yang kebetulan mereka kenal.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah ada sinyal sehingga kita bisa minta tolong warga sekitar, yakni komunitas motor trail," ucapnya.
Sebelum menghubungi warga, Hiroshi sempat naik ke atas bukit untuk melihat apakah ada pemukiman terdekat atau tidak, namun hasilnya nihil. Setelah berjam - jam menunggu, akhirnya pertolongan pun datang.
"Kita sama warga saling cari, hanya mengandalkan sinar senter untuk memberitahukan posisi kita sambil terus telpon. Saya bilang ke warga, biar saya yang turun," tambahnya.
Sekira pukul 20.00 WIB lebih, warga yang akan mengevakuasi pun berhasil menemukan 7 pesepeda yang tersesat. "Kata warga sekitar, kita telah melewati sebuah petilasan. Warga menyebutnya itu Candi Sengkolo," pungkasnya. (*)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020