kumparan
18 Sep 2019 15:31 WIB

Seluruh Dokter Spesialis Mogok Kerja, Pasien RSUD Brebes Terlantar

Pasien RSUD Brebes terlantar akibat dokter spesialis menggelar aksi mogok kerja. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
BREBES - Para pasien yang datang berobat di pelayanan Poliklinik RSUD Brebes, terlantar, Rabu, 18 September 2019. Penyebabnya, seluruh dokter spesialis mogok kerja hingga 2,5 jam. Para dokter itu lebih memilih beraudiensi dengan Bupati Brebes.
ADVERTISEMENT
Aksi ini dilakukan karena mereka menuntut seorang pejabat di bagian keuangan RSUD Brebes untuk dipindah. Pejabat itu dianggap menghambat perkembangan rumah sakit karena kebijakannya soal manajemen sistem keuangan. Dampak aksi ini juga membuat sejumlah pasien yang hendak berkonsultasi dan berobat terlantar.
Meskipun pelayanan dimulai pukul 08.00 WIB, para pasien sudah antre dan berdesakan di tempat pendaftaran sejak pukul 06.00 WIB. Hingga pukul 10.30 WIB para pasien juga belum dilayani. Bahkan, beberapa pasien yang yang hendak berobat, batal dan terpaksa harus kembali lagi ke rumahnya.
"Lah kok ini ada pengumuman ditempelkan kalau pelayanan di Poli mundur jadi pukul 10.30 WIB. Karena dokter spesialis sedang audiensi dengan Bupati. Biasanya jam 08.00 WIB, pagi sudah mulai. Ada apa ini sebenarnya," ucap Nur (40) pasien asal Ketanggungan, Brebes.
Pasien RSUD Brebes terlantar akibat dokter spesialis menggelar aksi mogok kerja. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
Ia pun kecewa dan tak abis pikir dengan hal tersebut. "Harusnya enggak boleh gitu dong, dokter tetap harus melayani Pasien. Kalau mau audiensi diagendakan di luar jam kerja pelayanan. Karena masyarakat butuh pelayanan, lihat saja banyak sekali yang sudah antre," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Hal senada dialami pasien lainya, Pujo (38) warga Bulakamba, Brebes. Ia merasa kecewa karena penundaan pelayanan poliklinik hingga mencapai 2,5 jam. Dia pun memilih kembali lagi ke rumahnya karena hal tersebut.
"Kami masyarakat kecil butuh pelayanan kesehatan, tolonglah bijak dan arif menentukan prioritas utamanya," jelasnya.
Sementara itu, menurut Ketua Komite Medis RSUD Brebes sekaligus koordinator aksi, Mintardi, mengatakan aksi mogok praktik ini sebagai bentuk mosi tidak percaya dari Komite Medis RSUD terhadap Wadir Keuangan, Slamet Arjono. Slamet dituding menghambat transparansi manajemen keuangan.
Menurut dia, Wadir Keuangan tidak tranparan dalam pembagian uang jasa medis para dokter spesialis. Para dokter hanya menerima jasa medis tanpa pernah tahu rinciannya.
Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana berjanji akan mengupayakan solusi terbaik terhadap permasalahan ini. Sehingga tidak mengganggu pelayanan masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Saat ini, pelayanan sudah kembali normal. Dan kita upayakan untuk mencari solusi yang terbaik seperti apa,”ucap drg Oo Suprana.
Sekda Brebes, Djoko Gunawan menyampaikan, pihaknya telah bertemu dengan para dokter spesialis RSUD Brebes. Dalam audiensi tersebut, para dokter memberi masukan terkait perubahan sistem. Termasuk transparansi penyelenggaraan manajemen.
"Untuk kemajuan bersama (RSUD) segala sesuatunya akan kita upayakan semaksimal mungkin," ucap Djoko Gunawan. (*)
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Irsyam Faiz
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan