kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 20:14

Seorang Pekerja di Tegal Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Klinik

Konten Redaksi Pantura Post
Seorang Pekerja di Tegal  Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Klinik  (223767)
Petugas saat mengevakuasi korban reruntuhan bangunan klinik. (dok. PMI Kab. Tegal)
TEGAL – Seorang pekerja tertimpa reruntuhan bangunan klinik yang roboh di Desa Gemayun, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Minggu (2/8). Meski sempat mendapatkan penanganan medis, korban yang diketahui bernama Eko Purwanto (32), warga Dukuhlo, Kecamatan Lebaksiu tewas mengalami luka patah tulang.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Gallawi Rescue, Agus Dwi Cahyono mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul pukul 09.30 WIB. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung dibawa ke RSUD dr Soesilo, Slawi. Namun setelah beberapa saat mendapatkan penanganan medis, korban akhirnya meninggal.
"Waktu saya kasih minum dan mengajak berkomunikasi korban masih merespon. Begitu juga saat pemasangan oksigen hingga ke rumah sakit korban masih sadar. Namun setelah penanganan medis, ternyata korban meninggal," katanya.
Seorang Pekerja di Tegal  Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan Klinik  (223768)
Saat itu, lanjut Agus, korban dan sejumlah pekerja lainnya tengah melakukan pekerjaan finishing di bagian belakang bangunan klinik. Namun tiba-tiba bangunan tersebut roboh dan menimpa korban. Reruntuhan bangunan tersebut menimpa korban pada bagian punggung hingga bagian bawah.
"Jadi korban terhimpit rerentuhan bangunan dan sebelum dilakukan evakuasi kami terlebih dulu memberikan bantuan oksigen. Kejadiannya tidak tahu persis, karena dua saksi, yakni teman korban juga saat itu pingsan. Tapi bukan tertimpa, mungkin karena kaget saja," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Proses evakuasi korban sendiri melibatkan sejumlah relawan dari Gallawi Rescue, PMI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu, proses evakuasi juga membutuhkan waktu yang cukup lama karena korban terjepit reruntuhan bangunan dan harus dilakukan evakuasi.
"Personil yang terlibat cukup banyak. Korban kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 11.00 WIB," kata salah seorang relawan PMI Kabupaten Tegal, Ramedon.
Menurutnya, bangunan yang roboh merupakan bangunan baru dan masih dalam proses pembangunan. Saat evakuasi, petugas sempat mengalami kendala karena lokasi sempit dan minimnya alat pelindung diri (APD). Kasus tersebut telah dalam penyelidikan kepolisian. Namun saat dikonfirmasi, Kapolsek Dukuhwaru, Iptu Suratman tidak memberikan jawaban. (*)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white