News
·
22 November 2020 22:29

Tergelincir Genangan Air, Sebuah Mobil Terjun dari Jalan Tol Adiwerna Tegal

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Tergelincir Genangan Air, Sebuah Mobil Terjun dari Jalan Tol Adiwerna Tegal (663130)
Petugas mengevakuasi mobil sedan yang terjun ke parit di Jalan Tol Pejagan-Pemalang.
TEGAL - Kecelakaan tunggal terjadi di ruas Tol Pejagan - Pemalang, tepatnya di KM 277+800 jalur B, Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Minggu (22/11/2020).
ADVERTISEMENT
Sebuah mobil sedan Honda City B-1384-WBH yang melaju dari arah timur ke barat tergelincir akibat genangan air hingga menabrak pembatas jalan dan terjun ke parit sedalam 7 meter.
Sementara itu, pengendara mobil yang diketahui bernama Fahladi Tsaqaufi, warga RT 3/10 Pondok Cabe Udik, Kota Tanggerang Selatan bersama dua temannya selamat dalam peristiwa tersebut. Ketiganya hanya mengalami luka ringan dan usai kejadian warga sekitar pun langsung memberikan pertolongan.
Fahladi Tsaqaufi mengatakan, saat itu ia dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta. Namun saat melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba roda kendaraan tergelincir dan hilang kendali. Kendaraan pun meluncur ke kiri dan menabrak pembatas jalan hingga akhirnya jatuh ke parit.
"Saya tidak ngantuk dan kecepatan hanya 100 Km perjam. Di situ ada genangan air dan tiba-tiba mobil tidak bisa dikendalikan," katanya.
ADVERTISEMENT
Meski mobil mengalami kerusakan yang cukup parah, yakni mengalami kerusakan di bagian bodi depan, belakang, as roda, ia mengaku bersyukur karena ia dan teman temannya masih diberikan keselamatan.
"Kalau mobil kan bisa dibeli lagi, namanya saja musibah, yang penting kita semua selamat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Pejagan- Pemalang Tol Road (PPTR), Ian Dwinanto membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurutnya, kendaraan melintas dari timur menuju barat dan mengalami selip ban. Akibat kurang antisipasi kendaraan oleng ke kiri dan menabrak guardrail hingga akhirnya lompat melewati guardrail dan masuk ke parit.
"Tidak ada korban jiwa dan korban hanya mengalami lukan ringan. Kejadian tersebut juga sudah ditangani oleh petugas dan berkoordinasi dengan PJR dan Satlantas Polres Tegal," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, pihaknya juga tengah melakukan mitigasi terkait fenomena aquaplanning atau terbentuknya lapisan air di antara ban mobil dengan permukaan jalan. Kondisi ini pada umumnya terjadi pada musim hujan karena banyaknya genangan air yang bermunculan akibat sisa-sisa air hujan.
"Saat ini, kondisi cuaca yang cukup ekstrem ditambah faktor pengemudi yang berkendara di atas kecepatan rata-rata memang menjadi masalah utama. Sejalan dengan itu, kami sedang melakukan perbaikan, baik tutup lubang, leveling aspal dan termasuk melakukan rekonstruksi ulang badan jalan yang memang mengalami deformasi," pungkasnya. (*)