Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Warga Brebes Desak Pemeritah Tangani Banjir Rob Tahunan

Banjir rob di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Brebes. (Foto: Muhaimin)

BREBES - Banjir rob yang menerjang sejumlah desa di beberapa Kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tahun ini merupakan yang paling parah. Bahkan, ribuan masyarakat terdampak rob meminta kepada pemerintah untuk segera turun tangan mengatasi musibah tahunan itu.

Muhaimin, seorang warga Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Brebes, yang wilayahnya terkena dampak banjir rob, menyatakan pada tahun lalu banjir hanya menggenangi selokan. Namun, kali ini banjir rob sudah ada yang masuk ke rumah warga bahkan ke tempat ibadah.

"Sudah 3 hari ini banjir rob menerjang Desa Prapag Kidul. Tidak hanya di Prapag Kidul, desa lain di Kecamatan Losari juga ikut terendam banjir rob. Paling parah terjadi hari Rabu (23/5) kemarin," kata dia, Kamis (24/5).

Dia membeberkan, dari 17 RT yang terendam di Desa Prapag Kidul sedikitnya 700 rumah tergenang air. Selain merendam pemukiman warga, ratusan tambak yang ada di Desa Prapag Kidul juga ikut terendam.

Banjir rob mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Ketinggian banjir rob kali ini bisa mencapai 50 sentimeter. Muhaimin pun mendesak pemerintah bisa segera mencari solusi untuk penanganan banjir rob yang terjadi setiap tahun.

"Jika tidak ada perbaikan secepatnya, maka lahan persawahan di Prapag Kidul akan habis. Semua lahan akan jadi asin dan petani pasti merugi," jelasnya.

Banjir rob di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Brebes. (Foto: Muhaimin)

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Brebes, Maskorim, mengatakan bencana banjir rob terjadi setiap tahunnya. Tahun ini, dua kecamatan, yakni Kecamatan Losari dan Brebes, merupakan wilayah yang paling parah.

"Kalau kata orang sini (Brebes) paturunan (bencana tahunan). Dan tahun ini Losari dan Brebes merupakan dua kecamatan yang paling banyak perumahan yang terendam," ucap Maskorim.

Menurutnya, penanganan rob tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Tapi harus ada gabungan instansi lain atau pemerintah provinsi dan pusat dalam membangun bangunan penahan ombak. Seperti halnya di wilayah Sawojajar yang telah dibangun sepanjang 1 kilometer lebih oleh pemerintah pusat.

"Harus ada gabungan dari instansi lain dan dari pemerintah provinsi maupun pusat dalam penanganan ini (banjir rob). Sehingga tak bisa hanya satu instansi saja karena ini persoalan kompleks," pungkas dia.

Reporter: Fajar Eko Nugroho

Editor: Muhammad Irsyam Faiz

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: