Pencarian populer

Nur Ahmad Ingin Hidup Normal Seperti Teman-temannya

Dok: Pedulisehat.id

Lahir dan besar di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Nur Ahmad Yanis yang saat ini berusia 12 tahun harus merasakan penderitaan, mengidap penyakit serius yang membuatnya menjalani kehidupan yang berbeda dan tidak biasa dibandingkan anak-anak lainnya. Meskipun begitu, Nur Ahmad masih memiliki kedua orang tua yang menyayangi dan setia menemaninya.

Nur Ahmad didiagnosis menderita penyakit Hipospadia, yaitu kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung organ vital. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak pada ujung organ vital untuk mengeluarkan urine. Namun pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah organ vital. Penyakit ini sudah dialami oleh Nur Ahmad sejak ia dilahirkan.

Kelainan ini membuat Nur Ahmad sering merasakan sakit di alat kelaminnya, terutama saat ingin buang air kecil. Di sekolah pun Nur Ahmad sering diejek oleh teman-temannya karena cara ia kencing yang tidak biasa, seperti anak laki-laki normal lainnya. Saat kencing, Nur Ahmad sungguh mengalami keculitan dan rasa sakit yang dirasakannya tidak bisa kita bayangkan dialami oleh seorang anak kecil. Hingga pada suatu hari, Nur Ahmad takut masuk sekolah selama beberapa hari karena merasa malu dan selalu disindir oleh teman-teman sekelasnya. Ibu Suadah, sang ibunda dari Nur Ahmad, merasa sangat sedih mendengar penyakit yang diderita anaknya, termasuk rasa malu yang dirasakan karena diejek oleh teman-temannya di sekolah.

Ibu Suadah lalu membawa Nur Ahmad ke puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD RA Kartini, Jepara. Namun karena keterbatasan alat yang ada di rumah sakit ini, Nur Ahmad dirujuk ke RSUP dr. Kariadi di Semarang, Jawa Tengah. Di rumah sakit ini dilakukan pemeriksanaan oleh dokter dengan melakukan CT Scan dan diketahui bahwa Nur Ahmad mengalami kelainan Hipospadia.

Singkat cerita, dilakukan operasi pertama pada bulan Oktober 2018 untuk mengambil skrotum yang tidak berfungsi, kemudian pada operasi ke-2 dilakukan pada Januari 2019. Operasi ini dilakukan untuk pengangkatan testis. Lalu, operasi ke-3 rencananya akan dilakukan di bulan Mei ini, yaitu operasi untuk memperbaiki fungsi organ alat kelaminnya. Begitu panjang proses pengobatan yang harus dilalui oleh Nur Ahmad.

Hal yang membuat kedua orang tua Nur Ahmad khawatir karena tidak semua pengobatan ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan, seperti vitamin, biaya akomodasi selama di Semarang, transportasi dari Jepara ke Semarang untuk kontrol rutin, dan terakhir alat bantu berupa kursi roda, karena Nur Ahmad saat ini belum bisa berjalan sendiri. Orang tua Nur Ahmad hanyalah buruh tani serabutan dengan penghasilan pas-pasan, yang tentunya kesulitan untuk memenuhi pengobatan ini. Mereka bahkan sudah menjual satu-satunya kambing yang mereka pelihara untuk menambah biaya pengobatan anak kesayangan mereka, Nur Ahmad. Mereka hanya ingin Nur Ahmad segera sembuh dan tumbuh normal selayaknya anak-anak lainnya. Oleh karena itu, Nur Ahmad dan kedua orang tuanya memohon bantuan berupa dana penyembuhan yang bisa didonasikan dengan klik di sini.

Jangan lupa, kamu juga bisa membantu mereka dengan membagikan kisah mereka melalui media sosial. Bantuan apa pun dan berapa pun itu akan dengan senang hati mereka terima.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33