Apa Arti Realita? Ini Definisi dan Perannya dalam Kehidupan

Pengertian dan Istilah
Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
Konten dari Pengguna
13 Desember 2023 6:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi arti realita. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti realita. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Definisi tentang realita bisa melibatkan konsep yang kompleks, karena seringkali mempertimbangkan perspektif filosofis, ilmiah, dan subjektif. Secara umum, realita merujuk pada keadaan atau fakta yang ada secara objektif, independen dari pikiran atau persepsi individu. Ini adalah kenyataan yang ada di luar subjektivitas seseorang dan dapat diakui secara kolektif.
ADVERTISEMENT
Artikel ini akan menjelaskan tentang arti realita dan perannya dalam kehidupan.

Apa Arti Realita dalam Berbagai Konteks?

Dalam konteks filosofis, realita sering kali dihubungkan dengan eksistensi, keberadaan, dan sifat sejati dari segala sesuatu. Foto: Angela Weiss / AFP
Dalam konteks filosofis, realita sering kali dihubungkan dengan eksistensi, keberadaan, dan sifat sejati dari segala sesuatu. Misalnya, dalam filsafat metafisika, konsep realita sering berhubungan dengan pertanyaan tentang apa yang benar-benar ada di dunia ini dan bagaimana kita dapat mengetahui hal tersebut.
Dalam ilmu pengetahuan, realita sering diasosiasikan dengan apa yang dapat diamati, diukur, atau dipersepsikan secara empiris. Namun, bahkan dalam ilmu pengetahuan, interpretasi terhadap data yang diamati bisa menjadi subjektif, sehingga realita juga dapat dipengaruhi oleh paradigma atau kerangka acuan yang digunakan oleh para ilmuwan.
Seiring dengan itu, realita sering kali dipandang sebagai konstruksi sosial. Hal ini berarti bahwa realita tidak hanya terbentuk oleh fakta-fakta objektif, tetapi juga oleh interpretasi dan pemahaman kolektif dari masyarakat terhadap fakta-fakta tersebut. Misalnya, apa yang dianggap sebagai realita politik, sosial, atau budaya bisa dipengaruhi oleh nilai-nilai, norma, dan kepercayaan yang ada dalam suatu masyarakat.
ADVERTISEMENT
Dalam pengertian yang lebih luas, realita juga dapat merujuk pada pengalaman subjektif individu. Bagi setiap individu, realita dapat berbeda berdasarkan pada cara mereka mempersepsikan dan menginterpretasikan dunia sekitar mereka, termasuk pemikiran, perasaan, dan keyakinan yang mereka miliki.
Dengan demikian, definisi realita bisa sangat bergantung pada konteks, perspektif, dan pendekatan yang digunakan. Itu bisa mencakup aspek objektif, subjektif, filosofis, dan sosial.