kumparan
search-gray
News30 Juni 2020 10:13

Dampak Fluktuasi Kasus Harian Covid-19

Konten kiriman user
Dampak Fluktuasi Kasus Harian Covid-19 (150268)
Update Infografis percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia per tanggal 29 Juni 2020 Pukul 12.00 WIB, yang setiap hari disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 (Foto : https://twitter.com/BNPB_Indonesia)
oleh : Ridwan Amiruddin*
Membaca pergerakan kasus harian covid-19 secara nasional, selalu membuat pembaca ketar ketir, sehingga terkadang memberikan respon yang sering berlebihan.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut akhirnya bermuara pada kecemasan. Hasil survei studi psikososial yang dilakukan Persakmi dengan IKA FKMUA baru-baru ini, merilis ada sekitar 56,5% masyarakat mengalami kecemasan, dengan kategori cemas dan sangat cemas. Kecemasan terjadi pada berbagai konteks kehidupan mereka, yaitu pendidikan, ekonomi, pekerjaan, agama dan sosial interaksi masyarakat. Terdapat 67% responden alami kecemasan di aspek hubungan social interaksi masyarakat. Pada aspek agama/reliji, terdapat 55% responden alami kecemasan. Sementara itu, 63% responden alami kecemasan di aspek pekerjaan. Sedangkan di aspek ekonomi, terdapat 58% responden yang alami kecemasan. Selanjutnya, di aspek pendidikan, didapati prosentase terbanyak yaitu 74% responden yang alami kecemasan
Hal ini tentu kurang bagus dalam perkembangan psikologi sosial warga masyarakat. Karena kecemasan yang bersifat kronis ini dapat berpengaruh buruk pada aspek imunitas hingga produktifitas masyarakat
ADVERTISEMENT
Masih menurut hasil survei studi psikososial, yang diikuti oleh sekitar 8013 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, selama 8 hari (6-13 Juni 2020) melalui daring (online)
Aspek kecemasan ini rupanya menyasar berbagai kalangan, mulai siswa, kelompok jomblo, kelompok agama, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Dasar kecemasan yang mendasar pada siswa adalah karena ketidak mampuan mengikuti materi pembelajaran dengan sistem daring. Kecemasan karena aspek religi karena para jamaah tidak bisa melaksanakan ibadah secara berjamaah.
Pada aspek pekerjaan kecemasan terjadi karena ancaman pemutusan kerja dan income yang menurun. Begitu juga pada kelompok ibu rumah tangga, kecemasan terkait dengan pengaturan belanja harian rumah tangga dan kesehatan anggota keluarga.
Sebenarnya bagaimana menjelaskan fluktuasi kasus harian covid-19?. Berdasarkan laporan harian dari laboratorium yang memeriksa spesimen itulah yang di laporkan atau di rilis. Jadi kasus yang terlapor setiap hari di media itu sebenarnya adalah peristiwa yang terjadi sekitar 4-6 hari yang lalu. Sangat ditentukan oleh kapasitas uji laboratorium yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
Secara umum faktor penyebab jumlah kasus terlapor cenderung meningkat adalah :
1. Peningkatan kapasitas laboratorium yang didukung dengan peningkatan tracing.
2. Perluasan wilayah baru dari epicentrum ke daerah-daerah.
3. Munculnya transmisi lokal di beberapa daerah.
4. Masih rendahnya upaya preventif dan promotif masyarakat terhadap protokol kesehatan.
5. Masyarakat kurang peduli tentang covid-19 dan penyebarannya.
6. Role model tenaga kesehatan untuk protokol kesehatan belum berjalan dengan baik.
Mencermati naik turunnya kasus harian yang dilaporkan itu memberi pesan kepada kita semua untuk lebih patuh dan disiplin dalam penegakan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat bisa lebih tangguh dalam menghadapi pandemi covid-19.
Pada situasi wilayah dalam puncak pandemik maka sikap patuh dan disiplin warga adalah kunci utama untuk keluar dari krisis covid-19 ini.
ADVERTISEMENT
-----
Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI)
Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Penangan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white