Bisnis
·
8 Oktober 2020 20:10

Kisah Pesugihan: Ritual Gagal, Berakhir Tertabrak Kereta Saat Kesurupan Genderuw

Konten ini diproduksi oleh Pesugihan
Kisah Pesugihan: Ritual Gagal, Berakhir Tertabrak Kereta Saat Kesurupan Genderuw (521367)
Ilustrasi kereta api (Foto: Picssr)
"Sang ireng jeneng muksa pangreksan, sang ening meneng jati rasane, lakune ora katon, pangrasane manusia."
ADVERTISEMENT
Mursadi terus mengulang-ulang mantra tersebut. Berdasarkan tuntunan dukun kepercayaannya, mantra tersebut dipercaya dapat mendatangkan genderuwo untuk pesugihan mengais rezeki.
Saban malam, sejak pukul 19.00 hingga pukul 23.00, Mursadi terus menerus mengulang-ulang mantra tersebut. Meski telah hampir ratusan kali ia membaca, tak satupun makhluk gaib menghampirinya.
"Jika ia tak kunjung datang, janganlah kau menyerah hingga pukul dua belas tiba. Lewat itu, kau harus segera pulang," begitu kira-kira penuturan sang dukun kepada Mursadi.
Di hadapan Mursadi, telah tersimpan rapi berbagai macam sesajian dan satu kepala kerbau yang masih bau amis darah. Itu semua dipersiapkannya demi mendatangkan genderuwo yang ia idamkan.
Rencananya, saat genderuwo itu tiba, Mursadi ingin meminta bantuan kepada genderuwo tersebut untuk memberikan bulu di sekujur tubuhnya untuk Mursadi. Ia percaya, bulu genderuwo dapat mendatangkan berkat dan kekayaan.
ADVERTISEMENT
Kembang tujuh rupa dan bau bakaran kemenyan tercium begitu pekat. Belum lagi, bau pekat itu bercampur dengan aroma amis darah yang dikeluarkan dari bangkai kepala kerbau.
Meski sudah bercampur dengan berbagai bau kurang sedap, Mursadi tetap khusyuk membacakan mantra berharap sesosok hitam, tinggi, dan berbulu hitam tiba di hadapannya. Ia ingin sekali cepat kaya.
Namun begitu, meski telah berjam-jam duduk di atas pertapaannya, sosok genderuwo yang ia idamkan tak kunjung muncul. Lagi-lagi, ia tak menyerah. Ia malah semakin khusyuk membacakan mantra tersebut.
***
"Iki sopo? Iki sopo?! Wuahhhhh!"
Tepat pukul 00.00, Mursadi tiba-tiba terjengkang ke belakang dan suaranya berubah menjadi sangat berat. Ia terus menerus menanyakan "Ini siapa?" entah pada siapa.
ADVERTISEMENT
Tak satu orang pun ada di samping Mursadi. Sejak sore tadi, Mursadi duduk sendiri. Tempat pertapaannya adalah sebuah gudang yang tak terpakai. Namun, ia tak takut. Ia tetap berani melanjutkan ritual.
"Iki sopo?!"
Lagi-lagi Mursadi berteriak seperti mencari-cari seorang pelaku kejahatan. Suaranya semakin berat hingga membuat Mursadi hampir putus pita suara.
"Aku genderuwo penunggu tanah ini. Siapa yang memanggilku? Siapa?!"
Kisah Pesugihan: Ritual Gagal, Berakhir Tertabrak Kereta Saat Kesurupan Genderuw (521368)
Ilustrasi genderuwo (Foto: Mojok)
Setelah bergumul di tanah, Mursadi tiba-tiba terdiam lalu berbicara seperti itu. Badannya membungkuk seperti hewan, air liurnya dibiarkan menetes, dan matanya selalu melotot.
Tampak Mursadi kerasukan arwah genderuwo yang ia panggil sendiri. Tak mendengar jawaban dari orang lain, makhluk gaib yang tak mendapatkan jawaban itu kemudian membawa tubuh Mursadi berjalan tak tentu arah.
ADVERTISEMENT
Mursadi dibawa berjalan menjauh dari titik pertapaannya. Ia tampak seperti orang gila yang mengenakan pakaian bersih, hanya ada kotor tanah di bagian samping bekas terjatuh.
Orang-orang yang dilewatinya jelas-jelas memerhatikan Mursadi. Ia sudah ibarat orang gila yang lepas dari rumah sakit jiwa.
"Wah. Mungkin pasien yang lari tuh," begitu kira-kira cemoohan-cemoohan warga yang terdengar.
Sampailah Mursadi ke sebuah rel kereta api. Ia sempat ditanya oleh warga setempat, hendak pergi ke mana, tetapi Mursadi tak menjawab, ia hanya tersenyum saja.
Semakin jauh Mursadi berjalan, semakin tak terlihat satupun orang-orang. Ia benar-benar sendirian di sana. Tak ada satupun yang memaksanya berhenti atau memperingatkannya tentang bahaya.
Tiba-tiba Mursadi berhenti di tengah-tengah rel kereta yang diapit oleh dua bukit kecil. Sangat gelap sekali tempat itu. Baru saja berhenti, Mursadi kemudian tertunduk pingsan.
ADVERTISEMENT
Tak lama, ia terbangun, tubuhnga berada di tengah-tengah rel. Belum lagi Mursadi menyadari lokasinya, tiba-tiba suara terompet kereta api beserta sorotan lampu tembaknya sudah dekat.
Brak! Mursadi tewas terlindas kereta api malam itu saat dirinya baru sembuh dari kerasukan makhluk gaib. Jasadnya ditemukan esok hari oleh warga setempat.
Cerita ini hanya fiktif belaka. Kesamaan nama tokoh dan latar hanyalah kebetulan.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white