Bisnis
·
7 September 2020 17:59

Pesugihan Pura Kuwuk: Kakak Rela Tumbalkan Adiknya untuk Mengejar Cinta

Konten ini diproduksi oleh Pesugihan
Pesugihan Pura Kuwuk: Kakak Rela Tumbalkan Adiknya untuk Mengejar Cinta (93595)
Ilustrasi aplikasi kencan online (Foto: Business of Apps)
Hari ini adalah hari paling bahagia buat Anton. Dia baru saja selesai mengobrol dengan Risa via telepon. Bahkan setelah selesai pun, jantungnya belum juga berhenti berdegup kencang. Ya, Anton memang sedang dimabuk cinta setelah bertemu dengan Risa melalui aplikasi kencan online beberapa bulan lalu.
ADVERTISEMENT
Dari hobi yang sama, hingga pandangan tentang pernikahan yang juga sama, Anton merasa sangat nyambung ketika mengobrol dengan Risa. Selain itu, Anton juga sangat kesemsem dengan paras cantik Risa. Ia memiliki wajah oval, berkulit kuning langsat, dan hidungnya mancung. Yang paling bikin Anton terbang melayang, tentu senyumannya.
Tapi, dibalik kebahagiaan Anton itu, ada kekhawatiran sendiri yang membuat Anton sedikit bingung untuk menentukan langkah dalam hubungannya dengan Risa. Memang ia belum secara resmi menembak Risa. Tapi, ia sudah merencanakan itu jauh-jauh hari.
Masalahnya, Risa yang merupakan anak konglomerat itu memberikan rasa minder tersendiri bagi Anton yang hanya seorang pekerja kantoran. Tak hanya statusnya, Anton juga merasa khawatir dengan gaya hidup Risa yang serba mewah. Berkali-kali Anton memergoki Risa membeli barang branded saat mengintip kehidupan Risa di Instagram.
ADVERTISEMENT
Anton tak bisa mengenyahkan fakta itu dari pikirannya. Kalau ia berani menembak Risa, berarti secara tidak langsung dia juga harus bisa setidaknya mengimbangi gaya hidup Risa. Belum lagi kalau nanti Risa minta dibelikan kado, bisa-bisa dia minta mobil sport baru. Pikiran semacam inilah yang menghantui Anton akhir-akhir ini.
Tapi, Anton tidak mau menyerah. Dia sudah terlanjur cinta mati sama Risa meskipun mereka belum pernah bertemu. Anton hanya perlu mencari cara untuk bisa jadi kaya mendadak. Dan, satu-satunya cara untuk mendapat kekayaan instan hanyalah pesugihan. Dia rela melakukan apapun untuk mendapatkan cintanya itu, meski harus mengorbankan keyakinannya.
Akhirnya, Anton mendatangi seorang dukun untuk melakukan rencananya itu. Ternyata, Anton baru tau kalau mau melakukan pesugihan harus membayar kesepakatan dengan dukunnya terlebih dahulu. Anton pun mencari pilihan pesugihan yang paling murah.
ADVERTISEMENT
“Kalau kamu ingin yang paling murah, saya ada satu. Tapi, biasanya yang paling murah itu konsekuensinya lebih besar. Namanya pesugihan Pura Kuwuk. Kamu bisa bayar saya murah. Selain itu, kamu juga tidak perlu melakukan ritual berat.
Kamu hanya perlu mengatakan satu permintaanmu. Tapi, kamu harus memilih satu dari dua permintaan penunggu pura itu, mencarikan tumbal atau sakit bisul seumur hidup,” jelas dukun itu.
Mendengar penyakit seumur hidup, Anton langsung tidak tertarik. Bagaimana mungkin ia bisa menjalin hubungan dengan Risa kalau ia sakit-sakitan. Anton tidak punya pilihan. Ia harus memilih pesugihan ini karena cuma ini yang masuk di kantongnya. Anton hanya terkendala satu hal saja. Siapa yang akan dia jadikan tumbal untuk pesugihan ini?
ADVERTISEMENT
Anton kemudian teringat adik perempuannya yang menderita gangguan mental. Sudah lama Anton merasa kasihan dengan ibunya yang terlihat terbebani saat merawat adiknya itu. Anton tidak ingin menjadi kakak yang jahat, tapi mungkin kalau adiknya tiada, ibu Anton bisa tidak terbebani lagi.
Tanpa berpikir panjang, Anton mengiyakan kesepakatan itu dengan dukun tadi dan pergi ke Pura Kuwuk untuk meminta pertolongan. Dia meminta agar diberikan kekayaan melimpah agar cintanya kepada Risa tidak berhenti di tengah jalan.
---
Setelah dua minggu menjalankan ritual itu, Anton berangsur-angsur kaya. Dia membeli segala macam barang branded untuk kelihatan necis, setidaknya sama kerennya dengan Risa. Anton juga tidak lupa membeli mobil mewah agar kekayaannya terlihat oleh Risa saat bertemu.
Pesugihan Pura Kuwuk: Kakak Rela Tumbalkan Adiknya untuk Mengejar Cinta (93596)
Ilustrasi mobil mewah (Foto: Gojek)
Di sisi lain, adiknya yang dia janjikan sebagai tumbal untuk penunggu Pura Kuwuk telah meninggal beberapa hari yang lalu. Anton sempat merasa bersalah karena ibu Anton ternyata menangis berhari-hari karena adiknya yang meninggal.
ADVERTISEMENT
“Adikmu itu bagaikan permata buat Ibu, Anton. Meskipun dia memiliki kekurangan, tapi Ibu sangat menyayanginya. Bagi ibu, kekurangan adikmu malah jadi kelebihan dia. Ibu sedih sekali karena Allah harus memanggilnya terlalu cepat,” kata Ibu Anton selepas adik Anton dimakamkan.
Anton tidak ingin merasa bersalah lagi. Bagi Anton, kata-kata itu memang biasa terlontar dari seorang ibu yang baru saja kehilangan anaknya. Dia justru harus menyiapkan mental untuk bertemu Risa esok hari. Anton berencana untuk menembaknya saat itu, jadi ia harus kelihatan gagah agar Risa mau menerima cintanya.
---
Sudah hampir dua puluh menit Anton menunggu Risa di cafe itu. Entah kenapa Risa datang terlambat. Sampai sekarang pun, Anton tidak tahu Risa berada di mana. Tak ingin berpikir macam-macam, Anton mengatur napasnya agar tidak gugup menghadapi Risa nanti.
ADVERTISEMENT
Tak lama kemudian, Risa akhirnya datang. Dari kejauhan, Risa melambaikan tangannya, memberitahukan kehadirannya kepada Anton. Seketika jantung Anton melengos. Risa terlihat jauh lebih cantik dari foto yang dipandang Anton setiap malamnya.
Mereka minum kopi sambil berbincang ria sore itu. Bagi Anton, tak ada kebahagiaan lain yang bisa menandingi dari apa yang terjadi hari ini. Ia juga sudah tidak sabar untuk menembak Risa. Perlahan, Anton mengangkat tangan Risa yang ada di meja.
“Ris, sebenarnya, aku sudah lama suka sama kamu. Aku merasa kita sangat cocok meski baru pertama bertemu. Kamu mau gak jadi pacarku?” kata Anton.
Tiba-tiba, Risa menampik keras tangan Anton. Anton yang melihat itu kaget sekali. Ia tidak menyangka Risa berlaku seperti ini. Hatinya yang sudah melangit tiba-tiba turun jauh ke bumi.
ADVERTISEMENT
“Apa-apaan sih, kok kamu lancang banget pegang-pegang tangan aku. Sori aja ya Ton, kamu itu bukan level aku. Ya emang sih, kamu asyik orangnya kalau diajak ngobrol. Tapi, kalau buat pacar, kayanya enggak.
Lagian, aku tau kok kalau kamu bukan orang kaya. Pasti jam tangan sama mobil kamu hasil ngutang atau pinjem temenmu kan buat ketemu sama aku. Udahlah, buang jauh-jauh impian buat jadi pacar aku karena itu gak bakal terjadi.” Setelah mengatakan ini, Risa langsung pergi meninggalkan Anton.
Sungguh malang nasib Anton, cintanya yang sudah dipendam lama ternyata tak terbalas. Ia kini menyesal karena sudah mengorbankan adik yang dianggap ibunya sebagai permata itu sebagai tumbal pesugihan. Anton memaki diri sendiri karena keputusannya yang bodoh dan egois itu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini hanya rekayasa. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanya kebetulan belaka.