Pencarian populer

Edward Bulwer Lytton dan Geliat Novel Sejarah

Edward Bulwer Lytton, Tokoh Penulis Novel Sejarah Inggris (Foto: Wikimedia Commons)

Novelis dan politikus Inggris, Edward George Earle Lytton Bulwer Lytton, dilahirkan di London pada 1803. Karir kesusastraan Lytton dimulai ketika ia memenangkan Medali Kanselir untuk karya puisinya ketika sedang menempuh pendidikan di Cambridge.

Karya pertama yang membawa Lytton pada kesuksesan besar adalah sebuah novel berjudul “Pelham”, diterbitkan pada 1828 tanpa nama. Meski tidak memberikan identitasnya, tetapi karyanya itu telah memberikan kepercayaan diri yang tinggi pada Lytton berkat respons masyarakat yang sangat baik.

Setelah berhasil dengan novel pertamanya, Lytton mulai menghasilkan banyak karya yang sama-sama mendulang kesuksesan besar, seperti “Eugene Aram” (1832), “The Last Days of Pompeii” (1834), “Rienzi” (1835), dan “Ernest Maltravers” (1837). Kali ini Lytton menerbitkan karya dengan menggunakan namanya sendiri, sehingga ia mulai dikenal luas oleh masyarakat Inggris.

Melalui “The Last Days of Pompeii”, dan “Rienzi”, Lytton memperlihatkan minatnya terhadap arkeologi dan sejarah. Selanjutnya ia mulai memfokuskan dirinya pada pembuatan karya-karya novel bertema sejarah.

Foto: commons.wikimedia.org

Seperti diketahui, tema karya fiksi ilmiah bertema sejarah pada abad ke-19 belum terlalu banyak diminati oleh para penulis, walaupun masyarakat cukup menaruh minat yang besar pada tema tersebut. Sehingga Lytton masuk dalam jajaran penulis yang berpengaruh mempopulerkan tema ini.

Setelah sukses membuat berbagai karya novel, Lytton juga mulai mencoba menulis naskah-naskah puisi dan pertunjukan, seperti “The Duchess of La Vallaire” tahun 1836, dan “The Lady of Lyons” tahun 1838. Walau tidak membawa kesuksesan seperti karya-karya novelnya, tetapi semua pertunjukannya memberikan kesan mengagumkan dari Lytton sebagai penulis besar Inggris.

Selagi menulis, Lytton juga disibukkan dengan berbagai tugasnya di dalam House of Commons (Majelis Perwakilan Rendah) Inggris. Di sana ia bertugas sebagai anggota Liberal untuk St. Ives sejak 1831 sampai 1832, dan untuk Lincoln dari 1832 sampai 1841. Pada 1852 ia kembali ke Parlemen sebagai Konservatif, mewakili Hertfordshire sampai tahun 1866.

Walau dengan berbagai kesibukannya di dunia politik, Lytton tetap mendedikasikan hidupnya untuk menulis berbagai karya sastra yang sangat dinantikan pembacanya. Beberapa judul seperti “Zanoni” (1842), “The Las of the Barons” (1843), “Harold” (1848), “A Strange Story” (1862), “The Parissans” (1873), dan masih banyak lagi, tetap membawa kesuksesan besar pada Lytton.

Sumber: Perkins, Christine N. 2005. 100 Penulis yang Membentuk Sejarah Dunia. Jakarta : Progres

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22