kumparan
26 Nov 2018 17:20 WIB

Kala Kebuntuan Charles Babbage Menghasilkan Konsep Dasar Komputer

Ahli matematika Inggris, Charles Babbage, diakui oleh dunia atas karya-karyanya yang menjadi dasar bagi penciptaan komputer yang dapat diprogramkan.
ADVERTISEMENT
Dilahirkan di keluarga bankir kaya Inggris pada 1792, sejak kecil ia dapat dengan mudah mendapatkan buku-buku bacaan berkualitas dari teks-teks terbaik di seluruh Eropa.
Saat tahun 1810, Babbage bersekolah di Cambridge. Namun ia mulai kecewa dengan sistem pendidikan di Inggris, yang menurutnya sangat tertinggal dari bagian Eropa lainnya.
Ia merasa setiap waktu terjadi kemerosotan ilmu pengetahuan Inggris, yang sangat berpengaruh pada perkembangan penemuan-penemuan bermanfaat di masa yang akan datang. Ketika masih bersekolah, Babbage memulai sebuah organisasi guna menerjemahkan teks-teks Prancis ke dalam bahasa Inggris untuk digunakan di sekolah-sekolah Inggris.
Ia memilih teks dari Prancis, karena negara itu sejak lama telah menghasilkan cedekiawan-cendekiawan berbakat yang banyak mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan. Pada 1820, Charles Babbage membuat model sebuah alat mekanikal untuk kalkulasi-kalkulasi berulang. Alat yang nantinya disebut kalkulator mekanikal itu menggunakan sistem matematis berupa logaritma untuk mengalikan, membagikan, dan menghitung pangkat.
Charles Babbage (Foto: wikipedia)
Alat ciptaannya, yang disebut “mesin perbedaan”, itu memenangkan penghargaan pada 1823 dari Astronomical Society. Babbage lalu mengajukan permintaan dana kepada pemerintah Inggris untuk membangun mesinnya dalam model penuh. Selama sepuluh tahun berikutnya, ia menghabiskan dana hampir 23.000 pounds untuk penyempurnaan alatnya, tetapi tidak pernah berhasil diselesaikan.
ADVERTISEMENT
Walau kalkulator mekanikalnya tidak selesai, tetapi Babbage mempunyai beberapa proyek yang berhasil disempurnakan. Ia berhasil menciptakan sejumlah penemuan, seperti cowcatcher lokomotif, sebuah alat yang digunakan untuk menyingkirkan hambatan-hambatan pada rel kereta. Kemudian speedometer, dan ophthalmoscope, alat yang digunakan untuk melihat ke dalam mata.
Memasuki pertengahan abad ke-19, Charles Babbage mulai meninggalakan “mesin perbedaan” yang tidak kunjung rampung tersebut, dan berhasil menciptakan alat yang jauh lebih hebat, yaitu sebuah “komputer” yang dapat diprogramkan. Walau bukan bentuk komputer seperti zaman modern ini, tetapi alat ciptaannya menjadi dasar penemuan komputer.
Ia membuat lima pinsip dasar untuk komputer ciptaannya tersebut, yaitu memory, unit pemrosesan sentral, progam komputer, input, dan output. Babbage dibantu oleh Lady Ada Byron, yang bertugas menuliskan program-program komputer yang pertama.
ADVERTISEMENT
Walau demikian, Babbage kembali mengalami kebuntuan, yang berakhir pada tidak selesainya mesin ciptaannya tersebut. Tetapi meski tidak pernah rampung, ia berhasil menanamkan konsep penting pada pembuatan komputer. Terbukti dari penemuan komputer yang dioperasikan selama Perang Dunia II, yang menggunakan konsep Babbage sebagai dasarnya.
Sumber: Tiner, John Hudson. 2005. 100 Ilmuwan yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tanggerang: Karisma
Foto: commons.wikimedia.org
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan