Pencarian populer

Kerajaan Janggala, Bandar Perdagangan Terbesar Kedua di Nusantara

Kerajaan Janggala adalah satu dari dua pecahan kerajaan Kahuripan yang dipimpin oleh Airlangga dari Wangsa Isyana. Lokasi pusat pemerintahan kerajaan ini berada di sekitar wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kerajaan Janggala berdiri pada 1042 tepat setelah Airlangga dari Kerajaan Kahuripan membagi wilayah kekuasaannya, menjadi Kerajaan Janggala dan Kerajaan Kadiri, untuk diberikan kepada kedua putranya yang saling berselisih.

Kerajaan Jenggala beribukota di Kahirpan, diserahkan kepada Mapanji Garasakan, sedangkan Kerajaan Kadiri beribukota di Daha, diserahkan kepada Sri Samarawijaya. Sejak awal pemisahan dua kerajaan ini, hubungan antara Janggala dan Kadiri tidak pernah akur dan selalu terlibat dalam konflik.

Berbeda dengan Kerajaan Kadiri, Kerajaan Janggala pada awal pemisahannya dengan Kerajaan Kahuripan tumbuh dengan sangat pesat.

Hal itu terjadi karena Mapanji Garasakan sebagai raja pertama Janggala memiliki kemampuan dalam mengatur pemerintahan dan melakukan diplomasi ke berbagai wilayah di sekitar daerah kuasaannya, bahkan keluar dari wilayah kekuasaannya. Perkembangan kerajaan ini tidak hanya dalam sektor pemerintahan, tetapi juga pada sektor lainnya, seperti ekonomi, kesenian, dan karya sastra.

Kerajaan Janggala menguasai sungai-sungai bermuara, termasuk jalur perdagangan di wilayah Sungai Porong. Selain itu juga Jenggala sudah dikenal oleh kerajaan-kerajaan di luar Nusantara, seperti India, Tiongkok, dan negara lainnya. Berdasarkan catatan perjalanan orang-orang Tionghoa, wilayah perdagangan Kerajaan Janggala adalah yang terbesar kedua di Nusantara, setelah wilayah Kerajaan Sriwijaya.

Periode kekuasaan Kerajaan Jenggala terhitung cukup pendek, hanya dipimpin oleh tiga periode kekuasaan saja, yaitu Mapanji Garasakan, Mapanji Alanjung Ahyes, dan Samarotsaha.

Pada masa pemerintahan Mapanji Garasakan, Kerajaan Janggala terlibat perang dengan Kerajaan Kadiri hingga memaksa Janggala memindahkan pusat pemerintahan ke wilayah Lamongan.

Pada masa pemerintahan Mapanji Lanjung Ahyes, Kerajaan Janggala sering mendapat serangan dari Kerajaan Kadiri. Hingga akhirnya pada masa pemerintahan Samarotsaha, kerajaan ini hancur akibat serangan dari Sri Jayabhaya yang ketika itu memerintah Kerajaan Kadiri.

Bukti mengenai perang antara Kerajaan Janggala dan Kerajaan Kadiri sepeninggalan Airlangga terdapat pada prasasti Turun Hyang II. Kemenangan Kerajaan Kadiri atas Janggala tercatat dalam prasasti Ngantang yang dibuat pada 1135 M.

Sumber: Gustama, Faisal Ardi. 2017. Buku Babon Kerajaan-Kerajaan di Nusantara. Yogyakarta : Brilliant Book

Foto: en.wikipedia.org

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20