Pencarian populer

Mary Fairfax Somerville, 'Ratu Ilmu Pengetahuan Abad 19'

Mary Fairfax Somerville, 'Ratu Ilmu Pengetahuan Abad 19' (Foto: commons.wikimedia.org)

Setelah kematiannya pada 1872, Mary Fairfax Somerville dinobatkan sebagai 'Ratu Ilmu Pengetahuan Abad 19' oleh The London Post. Ia dianggap sebagai pahlawan wanita yang memiliki peran besar di Inggris Raya, baik dalam bidang ilmiah maupun keadilan bagi kaum wanita.

Mary Somerville menjadi pembela hak pilih wanita yang sangat keras menentang ketidakadilan. Ia menjadi wanita pertama yang menandatangani petisi hak wanita yang disampaikan kepada Parlemen oleh John Stuart Mill.

Warisan ilmu pengetahuannya yang abadi dan popularitasnya sebagai ilmuwan berasal dari kemampuannya menyajikan suatu ilmu pengetahuan dengan istilah serta penjelasan yang mudah dimengerti oleh semua orang, terutama mereka yang awam akan ilmu tersebut.

Sebagai putri tunggal seorang perwira Angkatan Laut Skotlandia, Mary Somerville tumbuh di sebuah desa pinggir pantai Burtisland. Meskipun pendidikan formalnya hanya berasal dari satu tahun di sekolah asrama, keinginannya untuk mempelajari berbagai hal diilhami dari pamannya yang sering membacakan kisah-kisah para sarjana wanita di dunia kuno.

Ia banyak mempelajari buku kuno, mulai dari Elements karya Euclid yang diterbitkan sekitar abad ke-3 SM, hingga teks aljabar yang ia peroleh dari pengajar saudara laki-lakinya. Mary Somerville pun membaca buku Priciples karya Sir Isaac Newton yang memberinya semangat untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam lebih luas, seperti botani, meteorologi, astronomi, matematika, dan fisika lanjutan.

Setelah menerbitkan beberapa makalah ilmiah, Mary Somerville menerjemahkan buku Mecanique Celeste karya Pierre Laplace, yang diberi judul Mechanism of the Heaven.

Untuk memahami konsep yang dibuat oleh Laplace dengan mudah, Somerville lalu menerbitkan Preliminary Dissertation, yang berisi uraian matematika dasar, sejarah topik tersebut, dan berbagai penjelasan disertai gambar, diagram, dan perhitungan sederhana matematika.

Bukunya menjadi teks standar bagi Matematika, dan astronomi lanjutan yang digunakan sepanjang abad ke-19. Ia pun menerbitkan sebuah buku ilmiah yang dapat dengan mudah dipahami oleh kelompok ilmuwan, maupun masyarakat umum. Buku berjudul Physical Sciences itu menjadi buku yang sangat populer selama abad ke-19.

Pada 1838, Mary Somerville menerbitkan bukunya yang paling sukses, Physical Geography. Buku itu bersifat deskriptif dan mencakup banyak pandangan politiknya, seperti ketegasannya menentang perbudakan.

Mary Somerville ditawarkan menjadi anggota kehormatan di dalam Perkumpulan Astronomi Kerajaan Inggris dan sejumlah perkumpulan negara Eropa lain.

Buku terakhirnya, On Molecular and Microscopic Science yang diterbitkan pada 1869 --ketika umurnya telah mencapai 89 tahun, menjadi bukunya sangat lengkap. Buku itu berisi berbagai topik yang mencakup ruang lingkup teori atom hingga katalog tumbuhan.

Mary Fairfax Somerville meninggal dunia pada 1872, saat ia sedang tertidur di Naples, Italia, pada usia 92 tahun.

***

Sumber : Rolka, Gail Meyer. 2005. 100 Wanita yang Berpengaruh di Dalam Sejarah Dunia. Tangerang: Karisma

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23