kumparan
22 Nov 2018 17:48 WIB

Prediksi Zaman Keemasan Manusia Melalui Karya Sastra Virgil

Seorang penyair Romawi abad ke-1 SM, Virgil, lahir pada 70 SM di Andes, dekat Matua, di wilayah Cisalpine, Gaul. Terlahir dengan nama Publius Vergilius Maro, ia mendapat pendidikan yang sangat baik karena status sosialnya. Pendidikannya dalam Hukum dimulai di Cremona, lalu dilanjutkan di Mediolanum, dan diselesaikan di Roma.
ADVERTISEMENT
Virgil berencana untuk membuka praktek hukum di Roma, tetapi setelah satu penampilan yang tidak mengesankan di pengadilan, ia memutuskan untuk berhenti, karena takut akan kesalahan-kesalahan yang dibuatnya. Virgil akhirnya memilih untuk kembali berkebun, sambil sesekali menulis.
Pada 37 SM, Virgil menerbitkan karya pertamanya, berjudul “Bucolics” atau “Eclogues”. Awalnya tidak banyak yang mengenal sosok penulis Romawi bernama Virgil, namun setelah karyanya itu diterbitkan, ia mulai mendapat perhatian publik.
Salah satu hal yang paling menarik dari karyanya itu adalah prediski Virgil akan datangnya suatu zaman di mana seorang anak terlahir dengan berkah yang luar biasa, yang akan membawa manusia pada kejayaan. Virgil, dan orang-orang yang membaca Bucolics selama berabad-abad percaya bahwa sang penulis telah memprediksikan kelahiran Yesus.
Yesus terbang ke langit (Foto: John Singleton Copley)
Selama Virgil tinggal di Naples, ia banyak menulis buku tentang lingkungan, dan keindahan alam wilayah kekuasaan Romawi. Ia menulis buku Georgics, yang berisi kondisi alam Romawi yang indah, namun dibuat secara berlebihan. Beberapa bukunya sukses menjelaskan tentang pertanian, hortukultura, pemeliharaan lebah, dan hewan ternak lainnya.
ADVERTISEMENT
Sebelas tahun terakhir dari kehidupannya, dimanfaatkan Virgil untuk menulis sebuah karya yang luar biasa, berjudul “Aeneid”. Buku itu berisi kumpulan syair bertema kepahlawanan yang menggambarkan kejatuhan Troy, pengembaraan Aeneas, dan tentang kondisi sosial masyarakat Romawi.
Ketika menulis Aeneid, Virgil ikut terlibat langsung dalam beberapa peristiwa di dalamnya. Ia mencoba merasakan kondisi-kondisi yang tepat untuk penggambarannya.
Salah satunya ketika ikut di dalam suatu pendudukan Trojan di Latium. Ia melibatkan dirinya pada suatu propaganda kerajaan, yang akhirnya membantu dirinya menjelaskan dengan baik keadaan saat peristiwa itu terjadi.
Pada 19 SM, Virgil pergi ke Athena dengan tujuan untuk menyempurnakan revisi akhir dari karyanya. Ketika sedang melakukan penelitian, Virgil bertemu dengan Augustus, yang menyuruhnya untuk kembali ke Roma.
ADVERTISEMENT
Ia pun segera mengumpulkan naskah-naskahnya yang belum selesai dan pergi bergabung bersama pihak kerajaan. Namun sebelum kapal berhasil mendekati Italia, Virgil jatuh sakit dan ia pun akhirnya meninggal di Brundisium.
Sumber: Perkins, Christine N. 2005. 100 Penulis yang Membentuk Sejarah Dunia. Jakarta: Progres
Foto: commons.wikimedia.org
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan