kumplus- opini Prabu- Jangan Mati di Jogja

Jangan Mati di Jogja

Naracela di Tanah Monarki
6 September 2022 18:21
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Apa saja 5 Rukun Perilaku di Jogja?
Pertama, jangan merusak situs. Kedua, jangan buang sampah sembarangan. Ketiga, jangan tanya kenapa UMR Jogja rendah. Keempat, jangan keluar malam agar tidak kena klitih. Dan yang terakhir, jangan mati di Jogja!
Jangan mati di Jogja ini bukan hal puitis. Kalau anda berpikir “mati” itu patah hati, fix anda kebanyakan makan romantisasi. Kata “mati” di sini itu ya wafat, modar, dan sejenisnya. Jangan mati di Jogja. Entah anda warga lokal, pendatang, atau wisatawan, mati di Jogja adalah kesulitan dan bencana.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Anda bisa menyalahkan politik identitas. Anda bisa menyalahkan isu SARA. Namun para influencer yang meniup api perpecahan. Baca kolom Prabu Yudianto di kumparanPLUS.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten