• 2

Hakim Tolak Praperadilan Buni Yani

Hakim Tolak Praperadilan Buni Yani



Sidang Lanjutan Praperadilan Buni Yani di Jakarta Selatan

Suasana Sidang Praperadilan Buni Yani di Jakarta Selatan (Foto: Marcia Audita)
Hakim tunggal Sutiyono menolak seluruh permohonan praperadilan Buni Yani, tersangka kasus dugaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA.
"Penetapan tersangka terhadap pemohon adalah sah secara hukum. Oleh karenanya, menurut pengadilan, seluruh permohonan pemohon ditolak," ujar Sutiyono saat membacakan putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/12).
Buni mengaku kecewa dengan keputusan itu. Menurutnya, hakim Sutiyono terkesan kaku dalam menerapkan dasar-dasar pertimbangannya.

Sidang Lanjutan Praperadilan Buni Yani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Buni Yani bersiap melanjutkan Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Foto: Marcia Audita)
Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya pada 23 November 2016. Buni diduga memotong video pidato Ahok dan mengunggahnya ke laman Youtube.
Buni dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman maksimal pelanggar pasal-pasal itu adalah enam tahun penjara dan denda hingga Rp 1 miliar.
Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengatakan pihaknya tetap menghormati putusan hakim Sutiyono. “Tapi kami akan berjuang di pengadilan,” ujar dia.
Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Agus Rohmat, mengatakan akan mempercepat penyelesaian perkara Buni. "Targetnya, secepatnya kami akan selesaikan berkas ini. Jadi, apabila berkas sudah P21 (lengkap), maka tersangka dan barang bukti akan kami limpahkan ke Kejati (kejaksaan) untuk siap disidangkan," ujar Agus di PN Jakarta Selatan, Rabu (21/12).

HukumNewsPenistaan agama

500

Baca Lainnya