• 3

Orgel, “Piano” Jangkung dari Gereja Katedral Jakarta

Orgel, “Piano” Jangkung dari Gereja Katedral Jakarta



Organ Pipa Gereja Katedral (tidak untuk cover)

Gereja Katedral Jakarta memiliki organ pipa klasik. (Foto: Akbar Ramadhan/kumparan)
Namanya Orgel. Kotak berwarna cokelat yang menjulang di salah satu sudut Ruang Utama Gereja Katedral Jakarta. Bentuknya menyerupai lemari, tapi memiliki kaki sepanjang dua meter. “Lemari” itu sendiri tingginya dua meter.
Orgel adalah organ menyerupai piano berpengeras suara. Cara memainkannya seolah-olah sama: Memencet bilah tuts. Suara keras dihasilkan dari angin yang mengalir melalui pipa kayu, yang totalnya mencapai 1.000 pipa. Yang “meniup” pipa-pipa itu adalah mesin kompresor.
Pada Minggu (25/12), orgel hanya menjadi saksi bisu misa Natal 2016. Deretan bilah-bilahnya tak terlihat lantaran ditutup. “Ada beberapa pertimbangan sehingga tidak digunakan,” kata Hendrik, staf Gereja Katedral.
Hendrik bilang, orgel tak bisa dimainkan sembarangan. Hanya organis yang tergabung dalam kelompok paduan suara, dirigen, dan organis--kerap disingkat Pasdior--yang boleh memainkannya. “Orang luar tidak diizinkan,” ujar dia.

Orgel atau Organ Pipa di Gereja Katedral

Orgel atau organ pipa klasik yang terdapat di Gereja Katedral, Jakarta. (Foto: Akbar Ramadhan/kumparan)
Humas Gereja Katedral, Susyana Suwadi, mengatakan orgel itu adalah sumbangan umat gereja pada 1988. “Orgel diterima Romo Kurris, pastor kepala ketika itu,” ujar Susyana, Minggu (25/12).
Anda yang penasaran dengan suara orgel, silakan ke Gereja Katedral Jakarta setiap Senin. Kelompok Pasdior pimpinan Romo Antonius Sutanto rutin berlatih memainkan orgel. “Mulai sore hari hingga menjelang malam,” kata Susyana.

MusikGerejaKristenNatal

500

Baca Lainnya