kumparan
News11 November 2017 15:55

Paket Oleh-oleh "Kanggi" Hasil Kolaborasi 7 UMKM Banyuwangi

Konten Redaksi kumparan
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi (Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi)
Para pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Banyuwangi, meluncurkan produk paket oleh-oleh khas Banyuwangi bernama "Kanggi" atau Keranjang Rasa Banyuwangi yang dikemas dengan modifikasi desain baru.
ADVERTISEMENT
Produk paket oleh-oleh yang dihasilkan dari pendampingan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini, tampil dalam bentuk keranjang berbahan dasar anyaman bambu yang berisi beragam oleh-oleh khas Banyuwangi.
“Ini adalah branding baru untuk kemasan buah tangan, hasil kolaborasi tujuh pelaku usaha kreatif berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/11).
"Saya senang sekali semuanya berkolaborasi. Kunci hidup ini ya kolaborasi. Kalau kolaborasi, kita bisa maju lebih cepat. Pemerintah daerah pun harus lebih kolaboratif dengan mengajak semua pihak berkembang bersama,” imbuhnya.
Pemilihan nama "Kanggi" sendiri, merujuk pada kata 'Kangge' yang dalam bahasa Using (suku asli Banyuwangi), memiliki arti persembahan. Paket oleh-oleh "Kanggi" berisi beragam produk lokal Banyuwangi, antara lain kain batik, kudapan ringan, kopi, aneka suvenir, dan sabun tradisional VCO.
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi (Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi)
Ada tujuh UMKM Banyuwangi yang dilibatkan dalam proyek pembuatan paket oleh-oleh ini. Yakni Batik Godho, Widya Handycraft asal Desa Gintangan, Kopi Lego asal Desa Gombengsari, Ala Kuwung Suvenir, Tukul Rizki Banyuwangi yang memproduksi sabun VCO dan aneka wewangian, Sri Mulyo asal Desa Sragi yang memproduksi kudapan khas lokal, serta jamu Meneer Deles.
ADVERTISEMENT
"Kemasan oleh-oleh ini sangat menarik, saya enggak nyangka bisa sebagus ini. Dalam waktu dekat saya ada rencana tugas ke luar negeri, "Kanggi" akan saya bawa sebagai oleh-oleh khas Banyuwangi," papar Anas.
"Ini bukti sinergis yang baik antara daerah dengan pusat. Daerah ada potensi, pusat dengan keilmuannya bisa berkolaborasi menghasilkan produk kreatif yang menarik. Dan ini terus perlu didorong," lanjutnya.
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi (Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi)
Menurut Anas paket oleh-oleh yang dikemas sedemikian praktis dan baik ini, dapat meningkatkan daya jual dengan tetap mempertahankan keunikan khas lokal. Hal ini tentu dapat meningkatkan daya saing UMKM secara luas, yang berdampak pada peningkatan pendapatan para pelakunya.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Bekraf yang berkomitmen mengembangkan ekonomi kreatif berbasis desa. UMKM daerah bisa mendapatkan ilmu selama pendampingan oleh Bekraf, sehingga daya saing pelaku ekonomi kreatif di daerah meningkat,"ujar Anas.
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi
Kanggi, oleh-oleh khas Banyuwangi (Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi)
Direktur Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf, Poppy Savitri, membenarkan bahwa selama empat bulan terakhir ini pihak Bekraf secara intens mendampingi para pelaku UMKM Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
"Kita mengolaborasikan antara para desainer yang berbasis akademik dan teknologi dengan budaya lokal Banyuwangi, serta para perajin yang berbasis desa dan komunitas," beber Poppy.
Melalui penciptaan produk paket oleh-oleh "Kanggi", Poppy berharap para pelaku UMKM Banyuwangi dapat mempersembahkan seluruh rasa terbaik dari Banyuwangi untuk para turis dalam negeri maupun asing yang datang berkunjung.
"Yang ada dalam keranjang ini, kami harapkan bisa menyentuh semua indera manusia. Ada aroma kopi, rupa dari batiknya, kudapan yang bisa dicecap, ada suvenir kerincing dan lengking yang menyuarakan musik bambu Banyuwangi, yang semua ini terkemas dalam bambu lokal dari Desa Gintangan Banyuwangi yang sudah sangat terkenal," beber Poppy.
Para pelancong yang pensaran dengan wujud produk "Kanggi", dapat menemukan produk ini --yang sedang dipamerkan-- dalam acara Banyuwangi Ethno Carnival yang digelar pada Sabtu (11/11) di Taman Blambangan, Banyuwangi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan