• 0

Pejabat Bakamla Resmi Menjadi Tersangka

Pejabat Bakamla Resmi Menjadi Tersangka



Konferensi Pers OTT Pejabat Bakamla

Konferensi Pers OTT Pejabat Bakamla di Gedung KPK.Konpers dihadiri oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Laode M Sjarief. (Foto: Aldis Tannos/Kumparan)
KPK resmi menetapkan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla), Eko Susilo Hadi, sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam pengadaan alat monitoring satellite yang didanai APBN-P tahun 2016. Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla itu diduga menerima uang setara Rp 2 miliar.
“Uang suap terdiri dari pecahan mata uang dollar Amerika Serikat dan Singapura,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (15/12).

Barang bukti OTT KPK pada kasus Bakamla

Barang bukti pecahan Dolar Amerika dan Dolar Singapura (Foto: Marcia Audita)
Menurut Agus, Eko ditangkap di kantornya usai menerima uang dari pegawai PT Melati Technofo Indonesia, Muhammad Adami Okta, dan Hardy Stefanus yang berasal dari swasta, pada Rabu (14/12) sekitar pukul 12.30 WIB. Penyidik lalu membawa ketiganya ke Gedung KPK untuk melakukan pemeriksaan intensif. Satu jam kemudian, penyidik KPK membawa Danang Sri Rhadityo, pegawai PT Melati.
Dari hasil pemeriksaan, KPK menyangka Eko melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal-pasal tersebut mengatur perbuatan pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima suap. Adapun Adami dan Hardi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP, lantaran diduga bertindak sebagai pemberi suap.
Agus menambahkan, pasal-pasal ini juga disangkakan kepada Fahmi Darmawansyah, Direktur PT Melati.
“Sementara, status DSR (Danang) sampai saat ini masih saksi,” katanya.
Agus mengatakan, penyidik KPK langsung menahan Eko di Rutan Polres Jakara Pusat, Hardy di Rutan Polres Jakarta Timur, dan Adami di Rutan KPK. “Penahanan pertama ini berlaku sampai 20 hari ke depan,” ujar dia.


Breaking NewsNewsOTT KPKNasionalJakarta

500

Baca Lainnya