kumplus- cover fiksi Primadonna Angela- Danyang- Chapter 7
9 Mei 2021 17:20

Ketika Danyang Berdatangan, Kita Harus Siap Menangkal Serangan (7)

Segalanya terasa lebih benderang sekaligus temaram. Napas kutarik sedalam mungkin, dan untuk beberapa detik baru bisa kuembuskan.
Afshin Putra. Mana mungkin kulupakan tatapan langguk seperti itu? Dia berkacak pinggang di depanku. Harus kuakui dia tumbuh menjadi laki-laki yang sangat menarik. Kupikir dia fotogenik, tapi ternyata aslinya sanggup membuatku menahan napas sedetik-dua detik.
Tubuhnya menjulang, setidaknya sejengkal lebih tinggi daripada tinggiku yang 170 senti. Kerut samar di sekitar mata menambah pesonanya. Parasnya dingin, tapi berpotensi memikat dan hangat di saat yang tepat. Kalau bertemu dengannya di tempat sepi, kau mungkin akan berjalan menghindar, sampai dia tersenyum sehingga kau terkesima. Tatanan rambutnya seolah disugar asal-asalan, tapi mataku yang berpengalaman tahu itu hasil rancangan profesional yang dibayar mahal. Langsing, berisi, tapi tidak terlalu berotot sehingga aku paham mengapa banyak yang ingin mempekerjakannya sebagai model. Warna setelannya hitam serupa arang, warna kemeja dan sepatunya cokelat keemasan seperti matanya. Dasinya hitam yang memantulkan cahaya. Ikat pinggangnya menampilkan gesper keluaran desainer terkenal.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang