Pencarian populer
USER STORY
27 Oktober 2018 12:27 WIB
0
0

Cara Menghadapi Balita Picky-Eaters

Ilustrasi anak menolak makan sayur (Foto: Thinkstock )

Dalam setiap tahapan perkembangan anak seiring pertambahan usianya, selalu ada saja tantangannya, termasuk balita. Anak pun semakin mampu menunjukkan maksudnya kepada orang tua, termasuk mainan kesukaan, warna favorit, tokoh kartun idola, dan makanan yang ia gemari.

Nah, jika sudah membahas makanan, pasti ibu yang punya anak balita, ujung-ujungnya akan curhat mengeluhkan kebiasaan anak yang suka pilih-pilih makanan atau picky-eater.

Bukannya tidak mau makan sih, tapi si kecil maunya makan beberapa jenis makanan yang ia sukai saja, namun secara kadar gizi tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya. Bayangkan saja, jika sehari-harinya anak hanya mau mengunyah krupuk yang kriuk saja, sementara disuapin nasi malah pasang ATM (Aksi Tutup Mulut), pasti kita sebagai ibu jadi bingung mencemaskan dari mana asupan karbohidratnya. Atau saat diajak makan sayur malah balik badan atau lari-lari ke sana kemari, bukan main pusingnya yaa.

Karena kekhawatiran ini, banyak pula ibu yang mengambil sikap jalan pintas, dengan cara terus-menerus memberikan susu kepada anak, berharap susu bisa menjadi pengganti atau pemenuhan kebutuhan nutrisinya, namun ternyata hal ini salah besar. Susu justru bukanlah cara tepat untuk menyiasati balita picky-eater, karena dianggap tidak melatih anak untuk makan atau menyukai makanan, begitu sih kata ibu saya.

Picky-eater ini juga kadang menjadi dilema yang mengundang drama. Bayangkan saja, di sela-sela kesibukan kita mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tiba-tiba anak mogok makan karena makanan yang kita sediakan di meja makan, ternyata tidak ada lauk kesukaannya. Ketika orang tua mulai tak bisa menahan diri, keinginan untuk memaksa anak makan pun timbul, lalu anak mulai melancarkan aksi pemberontakan, mengamuk sedemikian rupa, bahkan mamanya dikatakan jahat karena memaksanya makan makanan yang tidak disukainya.. Aduh.. aduh..

Ternyata nih, menghadapi balita picky-eater itu, kita sebagai orang tua harus sedikit tricky. Namanya juga orang tua, sesulit-sulitnya tantangan adalah kesabaran, namun bukan tidak mungkin untuk diterapkan, salah satu caranya adalah menciptakan persepsi positif terlebih dahulu pada diri kita bahwa sikap picky-eater adalah bagian dari tahap proses perkembangan anak, artinya ia sudah mampu menunjukkan rasa suka atau tidak sukanya pada sesuatu, dan ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan, bukan?

Persepsi positif terhadap anak inilah yang harus terus kita tumbuhkan dalam diri seiring proses perjalanannya memahami dan memperlajari sesuatu, termasuk saat mengajak anak makan. Sikap ini pula yang melatih mental kita agar tidak panik menghadapi sikap anak yang kadang mengejutkan, seiring perkembangannya, karena kita terlatih untuk mengatakan bahwa "wah.. anakku makin cerdas nih.. sekarang udah bisa ini dan itu.."

Oh iya.. berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kita praktekkan saat mengajak balita picky-eater untuk makan.

  • Tentukan menu makanan anak, perhatikan preferensinya, dan menyelipkan menu baru atau menu tidak favorit yang wajib dikonsumsi, seperti sayuran atau buah ke dalam makanan yang kita beri untuk anak;

  • Tentukan waktu makan yang konsisten agar anak terlatih mengikuti jadwal makan sesuai yang ditetapkan;

  • Sediakan area makan yang menyenangkan tanpa distraksi ke gadget, mainan, atau TV agar anak fokus melakukan kegiatan makan pada tempatnya;

  • Sabar dalam mengenalkan menu baru, variasikan porsi makan;

  • Ingatlah bahwa anak akan makan jika lapar, jadi tak perlu terlalu memaksa anak jika ia belum mau makan;

  • Variasikan acara makan dengan hal-hal menyenangkan agar anak bersemangat untuk makan.. Be creative, bisa dengan mengajak anak masak, menyiapkan makanan, menghias bento, atau makan bareng;

  • Dengarkan anak dan biarkan ia memilih makanannya.

Menghadapi balita picky-eater memang gampang-gampang susah Moms. Tapi sebagai orang tuanya, kita juga bisa mengandalkan hati nurani. Tenangkan diri, rileks, dan tetap kuatkan bonding dengan anak. Semoga dengan cara ini, anak pun semakin membuka hati untuk kita, dan mau membuka mulut juga jika diajak makan.

Sekian tips dariku, Moms.

Sampai jumpa di cerita dan tips berikutnya dari aku.

Kita sama-sama belajar ya Moms. Jika Moms punya tips atau curhat, jangan ragu berbagi denganku di kolom komentar.

Terima Kasih :)

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20