Jay Chaudhry, Miliarder yang Besar di Kawasan Miskin dan Tidak Ada Listrik

Konten dari Pengguna
15 Januari 2022 14:15
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jay Chaudhry, Miliarder yang Besar di Kawasan Miskin dan Tidak Ada Listrik (335204)
zoom-in-whitePerbesar
Jay Chaudhry (Sumber: Zscaler.com)
Tidak ada yang sia-sia selama kita mau berusaha. Justru, adalah sebuah kesia-siaan apabila kita berhenti dan tidak ada usaha.
ADVERTISEMENT
Pria bernama Jay Chaudhry tumbuh di kawasan miskin yang serba kekurangan. Namun berkat keinginannya untuk maju, ia mampu menembus tembok kemiskinan, bahkan termasuk dalam jejeran miliarder dunia versi Forbes.
Jay Chaudry adalah CEO dari Zscaler, perusahaan cyber security atau keamanan siber. Setelah mendirikan perusahaan tersebut pada 2018, Jay Chaudry kini sudah menjadi salah satu orang terkaya di India dengan harta USD 14,5 miliar atau Rp 207 triliun.
India Today melansir, Jay Chaudry merupakan anak dari seorang petani. Jay Chaudry lahir di desa kecil Panoh, daerah Himalaya, India. Tempat tinggalnya tersebut sering kekurangan pasokan air minum.
Selain itu, desa tersebut juga sering kekurangan listrik. Hal ini membuat pria yang kini berusia 62 tahun itu lebih suka belajar di bawah pohon daripada di dalam ruangan.
ADVERTISEMENT
“Saya dulu berjalan kaki hampir 4 kilometer setiap hari untuk bersekolah di sekolah menengah yang berlokasi di Dhusara, desa tetangga,” tutur Jay Chaudry kepada Tribun, mengutip dari India Today, Sabtu (15/01).
Berbekal pendidikan yang selama ini Jay tempuh, ia mampu melanjutkan pendidikan dan meraih sarjana bidang Teknik Elektronik dari IIT Banaras Hindu University di Varanasi. Setelah lulus, Jay memutuskan terbang ke Amerika Serikat untuk mengikuti sekolah pascasarjana bagian teknik dan manajemen.
Jay sempat bekerja di berbagai perusahaan seperti IBM, Unisys, dan IQ Software selama hampir 25 tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun perusahaannya sendiri bersama Jyoti, sang istri.
Setelah Jay dan istri meninggalkan pekerjaan lamanya, keduanya menginvestasikan tabungan mereka di perusahaan rintisan pertamanya yaitu SecureIT. Perusahaan keamanan siber itu Jay dirikan pada 1996. Dari sinilah titik Jay meniti bisnis pribadinya.
ADVERTISEMENT
Ia juga sempat mendirikan beberapa perusahaan lain seperti CoreHarbour, CipherTrust dan AirDefense. Akhirnya pada 2008, Jay mendirikan Zscaler. Satu dekade kemudian perusahaannya tersebut sudah IPO.
Zscaler kini memiliki lebih dari 5.000 klien, serta 2.600 karyawan. Beberapa perusahaan besar yang menggunakan layanan keamanan Zscaler adalah Microsoft, Siemens, CrowdStrike, dan AWS. Dikatakan, pendapatan perusahaannya tersebut melonjak 55 persen untuk kuartal kedua 2021 menjadi USD 157 juta.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020