Kisah Eks Gelandangan Bangun Bisnis, Kekayaan Penerusnya Kini Capai Rp 1.650 T

Konten dari Pengguna
25 Juli 2020 13:01
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Profil Orang Sukses tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Louis Vuitton. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Louis Vuitton. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Para pecinta fashion pasti sudah sangat familiar dengan merek ini. Louis Vuitton adalah sebuah merek mewah yang menjadi favorit sosialita. Di tahun 2006 – 2012 Louis Vuitton dinobatkan sebagai brand paling berharga dan bernilai komersial tinggi dengan nilai mencapai 28,4 miliar serta keuntungan bersih senilai 9,4 miliar dolar di 2013.
ADVERTISEMENT
Louis Vuitton didirikan pada 4 Agustus 1821 oleh Louis Vuitton. Ia dilahirkan dari keluarga di bawah garis kemiskinan di Prancis Timur. Ayahnya Xavier Vuitton dan ibunya Coronne Gaillard adalah tukang giling. Kondisi keluarganya diperparah ketika ibunya meninggal pada usianya yang ke 10. Sang ayah kemudian memutuskan untuk menikah lagi.
Setelah ayahnya menikah lagi, Vuitton tetap membantu ayahnya bekerja. Sikap ibu tirinya yang keras juga membuatnya lari dari rumah di usianya ke 14 tahun. Ia pun mengadu nasib ke kota Paris yang jaraknya jauh dari kampung halamannya.
Bernard Arnault | Foto: Dok. Magali Delporte
zoom-in-whitePerbesar
Bernard Arnault | Foto: Dok. Magali Delporte
Louis menempuh perjalanan sepanjang 292 mil ke Paris dengan berjalan kaki. Ia menghabiskan waktu 2 tahun untuk sampai di Paris. Ia hidup seorang diri tanpa pekerjaan. Louis beberapa kali harus bekerja serabutan untuk bertahan hidup. Lantaran berkelana dan tak memiliki keluarga, Louis remaja juga rela tidur di mana saja.
ADVERTISEMENT
Ketika sampai di Paris, Louis kemudian memutuskan untuk magang di bengkel pengepakan koper dan kotak ternama. Melalui profesinya, ia dapat berinteraksi langsung dengan para bangsawan kota itu. Kariernya kemudian berkembang pesat. Louis juga membuktikan dirinya mampu membuat boks yang berkualitas baik.
Kotak-kotak buatannya juga menjadi favorit para pelanggan. Dirinya berkesempatan untuk membuat koper pribadi untuk Permasuri Eugenie de Montijo, istri dari Napoleon II. Louis bertanggung jawab untuk membuat koper pakaian yang cocok dibawa sang permaisuri ke Tuileries Palace, Cheateau de Saint-Cloud dan berbagai kegiatan lain di resor tepi laut.
Keluarga kerajaan sangat puas dengan jasa yang Louis berikan. Jasanya kemudian dipakai oleh kalangan kaum elite dan petinggi kerajaan lainnya. Lantaran makin terkenal, ia kemudian membuka usahanya sendiri. Melalui tokonya, ia memperkenalkan kotak ‘Stackable restangular shaped’ atau kotak bentuk segi empat utuh yang kemudian menjadi banyak incaran.
ADVERTISEMENT
Selain itu Louis juga mempeloporkan koper dengan lapisan kanvas trianon abu-abu yang kuat, kedap udara, dan tahan terhadap air. Produk ini kemudian menjadi popular karena tidak rusak ketika harus ditumpuk selama pelayaran. Untuk melindungi hak cipta dan desain produknya, Loius membuat tambahan kanvas yang bertuliskan “marque L. Vuitton depose” yang berarti “merek dagang Louis Vuitton”.
Kini merek ini dipegang oleh Bernard Arnault. Dirinya bahkan menduduki jajaran orang terkaya di dunia dengan kekayaan sebesar 113 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.650 triliun di tahun 2020. Merek ini telah membuka 460 toko di 50 negara. Tidak hanya menjual koper, Louis Vuitton juga merambah ke bidang fashion lain seperti tas, dompet, baju, hingga parfum.
ADVERTISEMENT