Bisnis
·
21 November 2020 12:54

Kisah Mantan Koki McDonald’s Jadi Orang Terkaya Berharta Rp 2.580 T

Konten ini diproduksi oleh Profil Orang Sukses
Kisah Mantan Koki McDonald’s Jadi Orang Terkaya Berharta Rp 2.580 T (667397)
Jeff Bezos (Foto: Emma McIntyre/Getty Images)
Jeff Bezos, sebuah nama yang sering didengar orang karena kekayaannya yang terus menerus bertambah seperti tak ada habisnya. Pada 26 Agustus 2020 lalu, Bezos memecahkan rekor baru dengan menjadi orang pertama yang kekayaannya melampaui 200 miliar dolar AS menurut Forbes.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, Bezos semakin memantapkan diri di puncak teratas sebagai orang terkaya di dunia. Meski begitu, titel tersebut tidak akan didapat tanpa perjuangan panjang. Sebelum sukses seperti sekarang, Bezos dulu juga pernah menelan pahitnya kehidupan.
Ia lahir pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico dari seorang ibu remaja. Namun, pernikahan ibunya hanya bertahan kurang dari setahun. Ia kemudian bercerai dengan ayah kandung Bezos dan menikah lagi saat dirinya berusia 4 tahun.
Saat itu, ibunya menikah dengan seorang imigran Kuba bernama Mike Bezos. Dari situlah marga Bezos didapatkan. Ibu Bezos sudah mengenali kecerdasan anaknya sejak kecil. Saat dirinya masih bayi, Bezos mengeluarkan obeng untuk membongkar tempat tidur bayinya karena ingin tidur di kasur yang asli.
ADVERTISEMENT
Kecerdasan Bezos ia tunjukkan juga saat menjadi karyawan McDonald’s pada usia 16 tahun. Saat itu, Ia diterima bekerja di bagian dapur. Suatu hari, ada insiden saus tomat tumpah dan mengotori seluruh lantai dapur.
Bezos yang notabene masih anak baru kala itu diberikan larutan pembersih dan disuruh cepat-cepat membersihkan tumpahannya. Meski begitu, Bezos tetap menghargai pekerjaannya. Ia mengamati betul-betul bagaimana McDonald’s menjalankan bisnisnya.
Bezos tertarik sekali dengan otomatisasi yang ada, seperti penggorengan kentang yang muncul ke permukaan saat kentang sudah matang.
Selain itu, pengalamannya itu mampu memberikan gambaran untuk bekerja di bawah tekanan dan cara melayani konsumen yang baik. Bezos sendiri selalu mengadopsi nilai-nilai penting setiap kali melakukan apapun.
Saat keluarganya pindah ke Miami, Bezos yang memiliki ketertarikan terhadap komputer sejak kecil itu mulai mengembangkan hobinya. Bezos memang terbukti merupakan sosok anak yang cerdas. Ia lulus SMA sebagai siswa yang memberikan pidato sambutan kelulusan.
ADVERTISEMENT
Selain mengembangkan ketertarikannya pada komputer, Bezos juga membangun bisnis pertamanya di SMA. Ia membuat Dream Institute, sebuah perkemahan edukasi bagi siswa kelas empat, lima, dan enam.
Tak hanya itu, ia lulus dari jurusan Ilmu Komputer dan Teknik Elektro Princeton University pada 1986 dengan summa cum laude. Setelah lulus, Bezos kemudian bekerja di beberapa firma di Wall Street, seperti Fitel, Bankers Trust dan perusahaan investasi D.E. Shaw.
Meski sempat menjabat sebagai wakil presiden direktur D.E. Shaw termuda pada 1990, Bezos ternyata memilih banting setir untuk mengembangkan bisnis e-commerce. Pada 1994, ia pensiun, pindah ke Seattle, dan mencoba peruntungan dari celah pasar di internet dengan membuka toko buku online.
Toko buku tersebut lalu dinamai Amazon, seperti nama sungai di Amerika Utara. Siapa sangka, Bezos ternyata mengembangkan software untuk toko bukunya tersebut di sebuah garasi selama beberapa bulan sebelum website benar-benar diluncurkan.
ADVERTISEMENT
Perlahan, bisnis tersebut terus tumbuh. Dalam waktu 30 hari saja, Amazon berhasil menjual buku ke seluruh penjuru Amerika Serikat dan 45 negara lainnya di dunia. Penjualan terus naik hingga 20.000 per minggu, sekira Rp 280 juta dalam dua bulan setelah peluncuran.
Dengan pertumbuhan yang terus membaik, Bezos lantas melakukan penawaran publik pertama pada 1997. Tak disangka, toko buku tersebut menjelma menjadi sebuah marketplace terdepan, mengalahkan banyak pesaingnya.
Amazon terus melakukan inovasi. Pada 1998, perusahaan tersebut menjual CD dan video. Seterusnya, Bezos lalu bekerja sama dengan ritel-ritel besar untuk menjual segala hal seperti baju, alat elektronik, hingga mainan melalui Amazon.
Amazon kian menjadi raksasa e-commerce ketika perusahaan teknologi lainnya banyak yang kalap. Pada September 2018, Amazon dilaporkan bernilai 1 triliun dolar AS, menjadikannya perusahaan kedua yang pernah mencapai angka tersebut beberapa minggu setelah Apple.
ADVERTISEMENT
Jumlah tersebut tentu berpengaruh besar kepada Bezos yang memiliki 11% saham di Amazon. Per 21 November 2020, kekayaan Bezos dilaporkan mencapai 182,1 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 2,580 triliun lebih menurut real-time Forbes.
Pada 2019, ia bercerai dengan istrinya, McKenzie Scott setelah 25 tahun menikah. Bezos harus memberikan seperempat saham Amazon kepada istrinya akibat perceraian tersebut. Menjadi wanita terkaya dadakan, Mackenzie lalu menandatangani Giving Pledge untuk menyumbangkan kekayaannya.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white