Bisnis
·
22 Juli 2021 12:24
·
waktu baca 3 menit

Modal 22 Ekor, Peternak Ini Berhasil Masuk Forbes dengan Harta Rp 308,7 T

Konten ini diproduksi oleh Profil Orang Sukses
Modal 22 Ekor, Peternak Ini Berhasil Masuk Forbes dengan Harta Rp 308,7 T (48347)
searchPerbesar
Foto: Forbes
Pekerjaan beternak kini masih dianggap sebagai pekerjaan kuno yang tidak mungkin menghasilkan untung banyak. Padahal masih ada orang-orang di dunia ini yang berhasil menjadi konglomerat dari beternak.
ADVERTISEMENT
Salah satunya ialah pria asal China, Qin Yinglin yang punya peternakan babi di kawasan Provinsi Henan, salah satu daerah terpadat di Negeri Tirai Bambu.
Peternakan milik Qin bukan sekadar peternakan "ala-ala". Ia bersama keluarganya berhasil mendulang harta melimpah dari hasil jualan daging yang diproduksi dari kandang ternak mereka.
Saking banyaknya, nama Qin sampai-sampai masuk ke dalam daftar orang terkaya di China versi Forbes pada 2020 silam. Qin berada di urutan ke-14 bersama dengan orang-orang super kaya lainnya seperti Jack Ma dan Ma Huateng.
Dikutip dari situs bisnis asal Amerika Serikat (AS) itu pada Kamis (22/7), harta kekayaan Qin sentuh 21,3 miliar dolar AS atau senilai Rp 308,7 triliun (kurs: Rp 14.494). Sungguh sangat besar untuk ukuran seorang peternak.
ADVERTISEMENT
Selain masuk dalam daftar orang terkaya di China, nama Qin juga masuk dalam daftar Billionaires 2021 versi Forbes. Melihat prestasi dan harta yang berhasil diraup dari ternaknya, seakan hanya Qin lah satu-satunya peternak Babi di seluruh daratan.
Pria berusia 56 tahun itu memulai bisnis ternaknya bersama sang istri sejak 1992 silam. Sebenarnya, Qin tak punya banyak kemampuan soal peternakan.
Merangkaknya penghasilan keluarga Qin dari peternakan adalah karena latar belakang pendidikan sang istri yang merupakan seorang lulusan Pendidikan Peternakan di Universitas Pertanian Henan.
Meski demikian, bukan berarti perjalanan Qin mulus. Banyak jalan terjal yang mesti ia hadapi hingga dirinya bertahan hingga hari ini. Apalagi, menjadi peternak pastinya kerap menghadapi banyak risiko penyakit pada hewan yang ia ternak.
ADVERTISEMENT
Seperti contohnya serangan demam babi Afrika pada 2019 silam yang hampir saja membuat bisnis Qin gulung tikar. Namun, karena kelihaian pengelolaan ternaknya, Qin dan istri mampu bertahan.
Bukan hanya bertahan, keuntungan mereka di masa itu justru datang berkali-kali lipat. Wajar saja, ketika produksi babi di banyak tempat harus terpapar demam, babi di peternakan Qin berhasil sehat.
Jadilah peternakan bernama Muyuan Foodstuff itu digemari masyarakat China, bahkan hingga ke luar negeri. Angka penjualan babi milik Qin bahkan naik hingga 160 persen.
Mundur lebih jauh ke masa lampau, Qin mengawali peternakannya dengan modal 22 ekor babi. Ia bersama sang istri terus mempelajari segala seluk beluk peternakan babi hingga akhirnya menemukan pola yang ideal.
ADVERTISEMENT
Berjalan hampir selama 30 tahun, kini Muyuan Foodstuff sudah memiliki hampir 10 juta ekor babi dan diakui di seluruh dunia. Peternakannya bahkan berhasil mengalahkan Louis-Dreyfus, keluarga peternak asal Belanda yang usia peternakannya sudah 169 tahun.