Ancaman Citarum

Gatot dan Anies Bayangi Pencapresan ‘Setengah Hati’ Prabowo

Gatot dan Anies Bayangi Pencapresan ‘Setengah Hati’ Prabowo

Ada skenario lain di internal Partai Gerindra untuk mengusung Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan di 2019, bukan Prabowo.


Peluang Dilematik Prabowo

Peluang Dilematik Prabowo

Mau tak mau, kini Prabowo--dengan elektabilitas stagnannya--butuh modal politik lebih kuat dibanding saat Pilpres 2014.


Kivlan Zen: Prabowo ‘Mandito’ Saja, Kasih Gatot yang Punya Modal Besar

Kivlan Zen: Prabowo ‘Mandito’ Saja, Kasih Gatot yang Punya Modal Besar

Keputusan Prabowo untuk kembali maju bertarung di pilpres, menuai ragam reaksi, termasuk dari rekan sesama eks militer.


Aryo Djojohadikusumo: Gerindra Siap dan Uang Prabowo Cukup

Aryo Djojohadikusumo: Gerindra Siap dan Uang Prabowo Cukup

Prabowo, menurut kemenakannya, kerap berkata, “Sebetulnya saya ingin istirahat. Ini udah waktunya yang muda-muda maju.”


Mencari ‘Armada’ untuk Prabowo

Mencari ‘Armada’ untuk Prabowo

Satu-dua partai saja tentu tak cukup kuat. Prabowo butuh lebih banyak suara untuk mencapai kuasa. Lobi pun dilancarkan.


Ikhtiar Pamungkas Prabowo

Ikhtiar Pamungkas Prabowo

Tak ada kata menyerah bagi Prabowo. Segala ia berikan untuk pertarungan penghabisannya di 2019. Jalan terjal menanti.


Buah Simalakama Prabowo

Buah Simalakama Prabowo

Pilpres selama ini jadi ‘kutukan’ bagi Prabowo. Namun ia tak surut. Tidak pula setelah rumor ‘bangkrut’ mengitarinya.


Dua Pabrik Ketahuan Buang Limbah ke Sungai Citarum

Dua Pabrik Ketahuan Buang Limbah ke Sungai Citarum

Meski sudah diperingatkan sejumlah pabrik masih membuang limbahnya langsung ke sungai Citarum tanpa IPAL.


Keluarga Gerald Liew Pilih Tak Tuntut dr. Terawan

Keluarga Gerald Liew Pilih Tak Tuntut dr. Terawan

Setelah “cuci otak” pada pebisnis Gerald Liew mengalami kegagalan, keluarga langsung membawa dia kembali ke Singapura.


Fritz Sumantri: Mencegah Stroke Bukan dengan DSA

Fritz Sumantri: Mencegah Stroke Bukan dengan DSA

Jika kita bisa mencegah stroke hidup sehat, mengapa harus melakukan terapi “cuci otak” dengan tindakan DSA?