Ayah: Pahlawan yang Tak Harus Berdasi

An ordinary girl with extraordinary curiosities. Currently studying Industrial Engineering at Parahyangan Catholic University.
Konten dari Pengguna
14 Januari 2022 18:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Prudence Pukanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Istilah “Ayah Rumah Tangga” atau stay-at-home dad kini sudah mulai dikenal di Indonesia. Sayangnya, pandangan terhadap peran ayah rumah tangga masih terhalang oleh budaya patriarki yang telah melekat kuat di masyarakat.
ADVERTISEMENT
Pekerjaan domestik seperti memasak, mencuci, dan mengasuh anak dipandang sebagai tanggung jawab seorang perempuan. Akibat pemikiran tersebut, seorang ayah rumah tangga masih dianggap aib atau tabu bagi penduduk Indonesia.
Namun di balik segala stigma dan stereotipe yang ada, peran sebagai seorang ayah rumah tangga sebenarnya dapat memberikan manfaat bagi perkembangan anak dan dinamika keluarga.
Profesi sebagai ayah rumah tangga di Indonesia tidak seharusnya dianggap sebagai aib untuk memberikan kedua gender kesempatan yang sama dalam berkarier dan mengurus rumah tangga.
Ayah: Pahlawan yang Tak Harus Berdasi (219910)
zoom-in-whitePerbesar
Peran ayah rumah tangga bukanlah suatu aib. (Ksenia Chernaya/Pexels)

Kalau Perempuan Boleh Bekerja, Mengapa Laki-Laki Tidak Boleh Mengurus Rumah Tangga?

“Untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi? Nanti juga diam di rumah untuk bersih-bersih.”
Ucapan ini mungkin pernah kita dengar semasa hidup kita, terutama bagi perempuan.
ADVERTISEMENT
Stigma bahwa seorang perempuan seharusnya mengurus rumah tangga dan bukan bekerja sudah diturunkan lintas banyak generasi. Namun seiring berjalannya waktu, wanita karier di Indonesia semakin banyak dan kian dinormalisasikan. Bahkan menurut CNN Indonesia, jumlah wanita karier di Indonesia menempati peringkat keenam terbanyak di dunia.
Apabila pria dan wanita diberikan kesempatan yang sama untuk berkarier, mengurus rumah tangga juga seharusnya terbuka bagi kedua gender. Tidak ada salahnya apabila seorang pria berkeinginan untuk mengambil peran dalam membersihkan rumah dan membesarkan anak.

Memberikan Pengaruh Baik bagi Keluarga

Ketika berperan sebagai ayah rumah tangga, seorang suami dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama anaknya. Tentu hal ini tidak hanya bermanfaat untuk quality time saja, namun perkembangan psikologi dan kesehatan seorang anak dapat terpengaruh oleh kehadiran seorang ayah di masa pertumbuhannya.
ADVERTISEMENT
American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa anak-anak yang tumbuh didampingi seorang ayah di masa kecilnya memiliki perkembangan psikologi dan kesehatan yang lebih baik.
Studi lain juga menunjukkan terciptanya hubungan positif antara anak dan kedua orang tuanya ketika sang suami berperan sebagai ayah rumah tangga sedangkan sang istri bekerja. Kualitas hubungan antara suami dan istri juga dapat ditingkatkan sebab mereka saling berbagi keluh kesah dalam membesarkan anak.

Menghemat Pengeluaran

Berumah tangga tentu tidak terlepas dari isu finansial.
Membesarkan seorang anak tidaklah murah, terlebih lagi apabila orang tua memutuskan untuk mempekerjakan seorang pengasuh sebab keduanya harus bekerja.
Saat ini sangat mungkin apabila gaji seorang istri lebih besar dari gaji sang suami. Tidak ada yang perlu dipermalukan dari hal ini.
ADVERTISEMENT
Untuk menghemat pengeluaran, sang suami dapat memilih untuk menjadi seorang ayah rumah tangga sehingga tidak ada lagi biaya pengasuh. Selain itu, sang suami dapat bekerja secara daring apabila ia masih ingin mencari penghasilan.
Untuk menjadi seorang ayah rumah tangga tentu merupakan keputusan pribadi yang perlu diambil berdasarkan keinginan dan kesepakatan dengan pasangan. Yang perlu diingat adalah bahwa peran tersebut bukanlah suatu aib dan tidak seharusnya dipandang demikian.
Pada kenyataannya, profesi ayah rumah tangga tidak seburuk yang masyarakat gambarkan, hanya saja stigma dan stereotip yang ada telah mengabutkan penilaian terhadap ayah rumah tangga. Peran ayah rumah tangga dapat membawa pengaruh positif kepada anak dan keluarga secara keseluruhan.
Mengurus rumah tangga dan membesarkan anak bukanlah pekerjaan yang eksklusif bagi perempuan, seorang suami juga memiliki hak untuk mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020