Woman
·
21 November 2020 17:48

Aktif melakukan Aktivitas Fisik dapat Mencegah Kanker Payudara

Konten ini diproduksi oleh PPI Dunia
Aktif melakukan Aktivitas Fisik dapat Mencegah Kanker Payudara (13484)
Source: ACE Fitness
Kanker adalah penyakit dengan masalah ekstensif, dimana penyebabnya sangatlah kompleks termasuk faktor genetik, lingkungan dan juga gaya hidup seseorang. Pada tahun 2018, diperkirakan didunia kanker telah mencapai 18 juta kasus dengan lebih dari setengah jumlah tersebut meninggal dunia. WHO (World Health Organization) memperkirakan pada tahun 2026, jumlah pengidap kanker akan terus meningkat melebihi angka 20 juta.
ADVERTISEMENT
Seperti yang telah diketahui, kanker sangat erat kaitannya dengan beberapa faktor risiko, salah satunya adalah gaya hidup. Melakukan aktivitas fisik merupakan komponen utama dalam gaya hidup seseorang yang berkaitan dengan risiko penyakit kanker. Sebanyak 25% dari semua kejadian kanker di dunia, disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik. Diperkirakan lebih dari sepertiga masyarakat dunia tidak aktif melakukan aktivitas fisik dan 10% dari jumlah tersebut berkaitan dengan kejadian serangan kanker payudara. Salah satu jenis kanker dengan angka penyebaran tertinggi dan termasuk dalam 5 jenis kanker yang paling mematikan di dunia. Di Indonesia, kanker payudara merupakan penyebab utama kematian dari semua jenis kanker.
Selama 2 dekade belakangan ini, ilmuwan berbondong-bondong melakukan penelitian dibidang kesehatan dan telah membuktikan bahwa, tidak bisa dipungkiri adanya keterkaitan antara serangan kanker payudara dengan keaktifan melakukan aktivitas fisik. Ketika seseorang aktif melakukan aktivitas fisik maka akan mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, mengurangi risiko kekambuhan pada pengidap kanker payudara dan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup yang lebih baik, serta mencegah serangan kanker payudara itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Suatu penelitian yang dilakukan pada wanita Afrika-Amerika melaporkan bahwa, penurunan risiko kanker payudara terjadi pada wanita yang melakukan aktivitas fisik setidaknya selama 30 menit / hari. Dalam penelitian lain juga disebutkan bahwa, aktivitas fisik seperti berjalan, mendaki, berjalan santai, bersepeda, olahraga raket, renang dan senam aerobik dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara di kalangan wanita, setidaknya dalam jangka waktu 20 tahun antara menarche dan kehamilan pertama.
Penelitian tentang aktivitas fisik juga masih dilakukan sampai sekarang. Misalnya, saat ini dilakukan sejak 3 tahun lalu di antara pelajar di United States yang dilakukan untuk mencegah perkembangan kanker payudara di masa yang akan datang. Dalam penelitian lain juga menunjukkan bahwa, melakukan aktivitas fisik selama 4 jam dengan intensitas tertentu menghasilkan penurunan 30-50% kanker payudara pada wanita pascamenopause.
ADVERTISEMENT
Dewasa ini, sangat banyak temuan-temuan dikalangan akademisi yang menjelaskan efek biologis aktivitas fisik terhadap risiko terjadinya penyakit kanker. Dalam suatu studi, aktivitas fisik menunjukkan hasil tentang perubahan dalam sirkulasi insulin dan jalur insulin, yang kaitannya dapat mengkonsolidasikan konsentrasi estradiol pada wanita. Apabila konsentrasi tersebut meningkat maka ini merupakan faktor risiko terjadinya kanker payudara.
Dalam kasus kanker payudara, kadar estrogen dan progesteron merupakan faktor penting dalam perkembangan sel kanker, dan aktif melakukan aktivitas fisik dapat memengaruhi produksi, metabolisme dan ekskresi hormon ini untuk mencegah perkembangannya.
Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat menurunkan persentase lemak jahat pada tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa, melakukan aktivitas fisik dapat membantu menurunkan berat badan dan mempertahankan bentuk tubuh yang ideal. Hal ini sangatlah penting karena sel-sel lemak di dalam tubuh menyimpan hormon estrogen dengan level yang tinggi, yang mana estrogen berfungsi untuk mengontrol dan mengatur aktivitas sel atau organ tertentu. Hormon ini merupakan salah satu faktor risiko tinggi kanker payudara ketika kadarnya menjadi terlalu tinggi. Maka dengan melakukan aktivitas fisik dapat mengontrol perkembangan produksi hormone estrogen. Selain itu, kadar estrogen juga mengatur siklus menstruasi dan membantu produksi ciri-ciri seks sekunder, seperti payudara. Bahkan mungkin berperan dalam produksi sel kanker di jaringan payudara di dalam tubuh. Sudah dapat dipastikan bahwa melakukan aktifitas fisik dapat mengubah pola siklus menstruasi wanita menjadi lebih teratur, sehingga meminimalisir produksi estrogen, yang artinya membantu menurunkan risiko kanker payudara itu sendiri.
ADVERTISEMENT
Radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif dan tidak stabil bagi mekanisme fisiologis yang terjadi pada tubuh dan menyebabkan perubahan pola perkembangan sel sehingga menjadi pemicu timbulnya sel kanker. Radikal bebas sendiri dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh, tetapi hal ini diimbangi dengan produksi antioksidan. Ketika melakukan aktivitas secara teratur akan menghasilkan radikal bebas, tetapi jika dilakukan secara konsisten maka akan meningkatkan sistem kekebalan yang lebih kuat dan meningkatkan responsive yang lebih baik pada tubuh untuk mengidentifikasi dan menghancurkan sel kanker payudara saat mulai terbentuk didalam tubuh.
Melakukan aktivitas fisik secara langsung berdampak pada suasana hati dan emosinal. Meskipun sering disarankan dan sedang dalam penelitian, hubungan secara langsung antara stress dengan kanker payudara belum terbukti. Namun, para peneliti meyakini bahwa stress akan menyebabkan percepatan perkembangan sel kanker. Sehingga penting untuk melakukan aktivitas fisik untuk maintenance kondisi fisiologis tubuh agar tetap sehat.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, sangat disarankan untuk para pembaca untuk menciptakan suatu culture baru bahwasanya, melakukan aktivitas fisik atau melakukan olahraga secara teratur merupakan bagian dari aktivitas kita sehari-hari. Mengingat meningkatnya trend penyakit yang diakibatkan oleh perilaku gaya hidup hidup yang bermalas-malasan (sedentary lifestyle), maka sudah seharusnya kita sebagai insan, mencintai tubuh kita dan menjaga kualitas hidup hari ini serta kesehatan di hari tua dengan mulai aktif dalam melakukan aktivitas fisik.
Penulis:
Ilham Fatria
"Program Menulis Bersama PPI Dunia"
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white