News
·
2 Mei 2021 14:28

Simposium Kawasan PPI Dunia Timtengka 2021 Resmi Dibuka

Konten ini diproduksi oleh PPI Dunia
Simposium Kawasan PPI Dunia Timtengka 2021 Resmi Dibuka (167720)
Jum’at, 30 April 2021 – Simposium PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDKTimtengka) 2021 resmi dibuka. Forum tahunan yang mengusung tema “Moderasi Beragama dalamDinamika Berbangsa dan Bernegara Pasca Covid-19” ini dilaksanakan semi daring dengan PPMI Mesir sebagai tuan rumahnya.
ADVERTISEMENT
Sesi daring yang dimulai dari Jum’at, 30 April 2021 hingga Selasa, Mei 2021 terdiri dari 4 subtema: Geopolitik, Moderasi Beragama, Pendidikan dan Ekonomi. Sedangkan sesi luring akan diselenggarakan dari tanggal 17-21 Mei 2021 di Kairo, Mesir.
Soft Opening diawali dengan pidato sambutan oleh Farhan Azis Wildani selaku Presiden PPMI Mesir, diikuti dengan Koordinator PPDIK Timtengka yang disampaikan oleh Hamzah Assuudy Lubis dan dilanjutkan oleh Koordinator PPI Dunia, Choirul Anam, Ph.D.
Dalam sambutannya, Anam mengajak untuk menghapuskan dikotomi istilah minoritas dan mayoritas untuk menciptakan perdamaian. Di akhir sambutan, ia sekaligus membuka rentetan acara Simposium Kawasan 2021, dilanjutkan dengan peluncuran video lirik lagu tema simposium.
Materi pertama disampaikan oleh Muhsin Syihab, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri. Beliau mengungkapkan bahwa moderasi adalah salah satu sikap yang mendorong Indonesia untuk bangkit pasca pandemi Covid-19, karena pergulatan seputar permasalahan ini hanya akan menyita waktu.
ADVERTISEMENT
“Sudah saatnya kita berhenti dari doktrin yang mengarah kepada kestagnanan berpikir, dengan cara: pertama, menafsirkan doktrin secara struktural bukan individual semata, kedua, mengubah cara pikir yang subjektif menjadi lebih objektif, ketiga, mengubah pengamatan normatif ke teoretis,” ungkapnya.
Dilanjutkan dengan panelis kedua, yakni Prof. Dr. Suyitno, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Beliau menyampaikan, bahwa dengan menjalankan ajaran agama secara inklusif, seseorang akan melihat perbedaan agama sebagai suatu fitrah yang ada di antara manusia.
Kemudian, Duta Besar LBBP KBRI Kairo, Lutfi Rauf, turut memaparkan materi. Beliau membahas peran WNI di berbagai sektor, yakni sebagai Duta Islam Wasathiyah, Duta Produk Indonesia, dan Duta Budaya.
Diikuti dengan materi yang disampaikan oleh Drs. Hajrianto J. Tohari, Duta Besar LBBP Beirut, beliau memaparkan contoh sikap pluralistik beragama yang diterapkan oleh negara Libanon dengan membagi kekuasaan berdasarkan golongan untuk mengelola pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Beliau juga mengungkapkan bahwasanya konflik yang ada di Timur Tengah bukan disebabkan oleh perbedaan agama atau sekte, melainkan karena geopolitik.
“Sebab tidak ada ajaran agama yang mengajarkan kekerasan,” jelasnya.
Simposium Kawasan PPI Dunia Timtengka 2021 Resmi Dibuka (167721)
Selanjutnya sesi panel Geopolitik ditutup dengan materi dari Kolonel Arm Alvin Dermawan, Atase Pertahanan KBRI Kairo. Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan, Covid-19 tidak membawa pengaruh besar terhadap konstelasi geopolitik.
Beliau juga menyatakan, “Tem geopolitik sangat bermanfaat bagi banyak kalangan, terkhusus mahasiswa di Timur Tengah dan Indonesia agar tidak buta wawasan tentang geopolitik Timur Tengah. Dan kita tidak dapat mengabaikan fakta, bahwa Timur Tengah memiliki pengaruh besar dalam banyak bidang di dunia,” paparnya.
Simposium Kawasan PPI Dunia Timtengka 2021 Resmi Dibuka (167722)
Ditanggapi oleh M Aji Surya, Deputy Chief of Mission KBRI Kairo, menyampaikan bahwa tugas mahasiswa ialah memberi pencerahan kepada masyarakat atas persepsi yang salah terhadap Timur Tengah, bukan memperburuk keadaan.
ADVERTISEMENT
(Hilda/Naya)