Pencarian populer

Mitos-mitos Seputar Olahraga yang Tidak Perlu Kamu Percaya Lagi

Melakukan olahraga atau fitness secara rutin banyak dilakukan orang untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Bahkan, olahraga juga efektif untuk menurunkan berat badan pada beberapa orang yang memiliki berat badan berlebih.

Olahraga dapat dilakukan di mana saja mulai dari gym, ruang terbuka hijau, hingga di dalam rumah sekalipun. Informasi mengenai cara atau tips olahraga juga banyak beredar dan mudah sekali di akses di banyak artikel maupun aplikasi.

Nah, terkait hal itu, kamu harus berhati-hati dalam menyaring informasi. Jangan sampai kamu mempercayai mitos-mitos olahraga yang ternyata keliru. Seperti apa mitos tersebut? Berikut pembahasannya.

1. Waktu Olahraga Terbaik Adalah Pagi Hari

Anggapan kalau mau olahraga harus pagi hari keliru ya. Kunci berolahraga bukan pada waktunya, melainkan konsistensi kita melakukannya. Ketika kamu ingin berolahraga, kamu bisa melakukannya kapanpun.

Maksudnya, ketika kamu ingin berolahraga dua kali setiap minggu maka kamu harus melakukannya dengan rutin. Konsistensi melakukannya sangat diperlukan agar tubuhmu terbiasa melakukannya. Kalau tidak melakukannya secara konsisten, tubuh kamu akan selalu kaget ketika berolahraga. Efeknya, kamu akan merasakan nyeri badan setiap melakukan olahraga.

Meski demikian, tidak disarankan untuk melakukan olahraga kardio di tengah siang bolong. Sebab, matahari yang terik dapat membuatmu merasakan dehidrasi lebih cepat ketimbang pada waktu lainnya.

Ada baiknya, ketika kamu memilih waktu berolahraga ialah ketika kamu benar-benar lowong. Dengan begitu, kamu bisa berolahraga dengan fokus.

2. Latihan Beban Mengubah Lemak Menjadi Otot

Lemak dapat diubah menjadi otot itu merupakan mitos. Sebab, secara fisiologi, keduanya adalah jaringan yang berbeda. Fakta yang sebenarnya dari berlatih beban ialah latihan beban membantu serat otot yang diselimuti sel lemak. Sedangkan untuk mengurangi lemak, kamu perlu melakukan diet secara sehat dan teratur. Jadi, latihan beban sejatinya tidak mengubah lemakmu menjadi otot ya guys!

3. Berjalan dan Berlari Membakar Kalori yang Sama

Banyak orang beranggapan kalau berjalan kaki dengan berlari pada jarak yang sama maka kalori yang terbakar juga sama. Kalau ada temanmu yang mengatakan demikian, bilang sama teman kamu kalau itu mitos. Sebab, berdasarkan penelitian tim peneliti dari Syracuse University, New York, menyatakan bahwa kalori yang terbakar saat berlari jauh lebih besar.

Temuan itu ditemukan setelah memperhatikan dan meneliti kalori yang terbakar oleh para pelari. Kesimpulan dari penelitian itu ialah para pelari membakar kalori 30 persen lebih besar dari pada orang yang berjalan kaki.

4. Semakin Banyak Keringat, Semakin Banyak Kalori yang Terbuang

Keringat sering dikorelasikan dengan kalori yang terbakar. Faktanya, keringat dan jumlah kalori yang terbakar atau penurunan berat badan tidak ada kaitannya. Sebab, keringat merupakan bentuk dari reaksi tubuh kamu ketika ingin mendinginkan diri atau membuang cairan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, bukan soal kalori semata.

Apalagi, setiap orang memiliki jumlah kadar keringat yang berbeda-beda. Ada yang sangat mudah berkeringat, ada yang sulit. Jadi, jangan khawatir kalau kamu berolahraga tidak mengeluarkan keringat. Mungkin saja kamu tipe orang yang memiliki kadar keringat sedikit.

Kalau kaitannya dengan penurunan berat badan, lebih baik kamu mengatur pola makan, gaya hidup sehat, dan selalu menjaga kondisi badan. Jangan memaksakan diri untuk berkeringat berlebihan, bisa-bisa kamu dehidrasi karena kekurangan cairan tubuh.

5. Minuman Olahraga Baik untuk Mengganti Cairan Tubuh Setelah Berolahraga

Pastinya kamu sering melihat iklan-iklan di televisi tentang minuman yang mampu mengganti cairan tubuh. Faktanya, kebanyakan dari minuman semacam itu hanya merupakan campuran air dengan gula.

Makanan dan minuman yang terbaik setelah berolahraga ialah minum air mineral dan makan cemilan tinggi protein. Dengan melakukan itu, kamu memberikan ruang esensi dari makanan dan minuman itu terserap tubuh dan membantu pembentukan tubuh.

6. Olahraga Bikin Lelah

Banyak pastinya di antara kamu yang malas berolahraga karena beranggapan kalau olahraga hanya membuat tubuh lelah. Padahal, olahraga memiliki fungsi yang cukup baik untuk tubuh.

Dengan berolahraga, kamu bisa memberikanmu banyak energi ketimbang hanya berdiam diri. Sebab, dengan berolahraga dapat membantumu mudah tidur di malam hari sehingga ketika bangun tidur lebih segar. Tubuh yang segar di pagi hari akan memberikan banyak energi untuk beraktifitas.

Selain itu, berolahraga memberikanmu kemampuan untuk mengontrol tingkat stres. Hal itu lantaran berolahraga membantumu menyalurkan energi negatif yang ada dalam tubuh. Energi yang tidak disalurkan pada jangka waktu yang lama perlahan-lahan dapat meningkatkan level stres dalam diri.

Itulah beberapa mitos seputar olahraga yang jangan sampai kamu percaya. Saati ini informasi sangat mudah dan cepat mengalir. Oleh karena itu, menyaring dan mengklarifikasi kebenaran dari informasi tersebut penting untuk dilakukan sehingga tidak merugikan kita di kemudian hari.

Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/7-mitos-fitness-dan-olahraga-yang-tidak-boleh-dipercaya/

Penulis: Muhammad Khairil

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: