• 0

Apa Dampak Aksi Teroris Terhadap Indonesia?

Apa Dampak Aksi Teroris Terhadap Indonesia?



Bom Tangsel

Aparat tampak berjaga di sekitar lokasi TKP Bom Tangerang Selatan. (Foto: Aditia Noviansyah)
Aksi teror di Tangerang Selatan, Banten, menambah daftar panjang operasi pemberantasan terorisme di Indonesia. Namun, apakah aksi-aksi teror tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat?
Berdasarkan data Global Terrorism Index 2016 keluaran Institute for Economic and Peace, University of Maryland, Amerika Serikat, Indonesia menduduki peringkat 38 terkait dengan peristiwa teror dan dampaknya terhadap bangsa. Negara-negara seperti Irak, Afghanistan, Nigeria, Pakistan, dan Suriah tetap berada di daftar teratas.
Bagaimana cara mengukur dampak tersebut? Para peneliti menilainya dari dampak terhadap jumlah kematian, jumlah korban, kerusakan pada properti, dan kelangsungan hidup lain seperti pelayanan pemerintah.

Ranking Teror Indonesia

Ranking dampak teror terhadap Indonesia (Foto: Global Terrorism Index)

Posisi Indonesia di urutan ke-38 tersebut membaik dari tahun sebelumnya, ketika Indonesia bertengger di posisi 33. Peringkat tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan, misalnya, Filipina yang berada di posisi 12 di laporan tahun 2016 dan di posisi 11 di laporan tahun 2015. Iraq menjadi negara yang paling terdampak aksi teroris karena ISIS. Sementara Filipina masih dihantui teror dari kelompok Abu Sayyaf.
Meskipun demikian, Indonesia masih lebih buruk ketimbang Malaysia di urutan 61 dan Singapura serta Vietnam yang berada di ranking 130 di tahun 2016. Negara-negara tersebut  tidak terlalu banyak terkena dampak terorisme.
Napi Teroris di Penjara Indonesia
Para pelaku teror di Indonesia yang menghuni lapas-lapas jumlahnya tidak banyak. Bahkan jumlahnya masih sangat kecil bila dibandingkan dengan kejahatan luar biasa lainnya, yakni narkoba dan korupsi. 
“(Narapidana) terorisme itu jumlahnya sebenarnya sangat sedikit dibanding dengan narkoba, yang jumlahnya hampir 50% dari seluruh penghuni di Indonesia,” ujar Akbar Hadi, Kabag Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, pekan lalu.

Grafik Napi teroris

Grafik perbandingan napi di Indonesia (Foto: Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM)
Dari data yang diperoleh di website resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, sampai November 2016 lalu, terdapat 60.695 narapidana narkotika (baik narapidana bandar/pengedar maupun pengguna) yang ada di lapas seluruh Indonesia. Jumlah tersebut hampir separuh dari total narapidana yang berjumlah 99.409 orang.
Narapidana kasus terorisme yang berjumlah 168 orang, kurang dari 1 persen dari jumlah narapidana umumnya. Sementara narapidana kasus korupsi berjumlah 3.413 orang.

NewsLapasBom TangselSerangan TerorisTeroris

500

Baca Lainnya