• 0

Retakan dan Pergeseran Pilar di Jembatan Cisomang

Retakan dan Pergeseran Pilar di Jembatan Cisomang



Retak di Jembatan Cisomang

Wujud retakan di Cisomang per Desember 2016 (Foto: Kementerian PUPR)

Jembatan Cisomang di tol Cipularang bergeser dan mengalami peretakan. Penyebabnya adalah beban kendaraan yang setiap hari melintasi ruas jalan tol tersebut yang sudah tidak bisa tertahan.
Dalam rilis resmi yang disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jumat (23/12), terjadi pergeseran pada pilar kedua (P2) yang melebihi batas toleransi yang disyaratkan. Walaupun sebenarnya vibrasi jembatan masih dalam ambang batas aman.
Penyebab pergesaran tersebut adalah volume kendaraan truk 2 sumbu yang membebani ruas jalan. Dari hasil penelitian tim Kementerian PUPR, rata-rata berat kendaraan yang melintasi jembatan adalah sekitar 10 ton untuk lajur satu dan 9 ton untuk lajut dua. Bahkan ada jenis kendaraan semi trailer enam sumbu, dengan berat total rata-rata sebesar 53,630 ton. Sementara kendaraan terberat untuk di ruas jalan tol Purbaleunyi arah Bandung adalah kendaraaan semi trailer enam sumbu dengan berat rata-rata 64,568 ton.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan, volume kendaraan harian rata-rata ruas Purbaleunyi arah Bandung sekitar 27.000 kendaraan per hari. Lalu, akibat kejadian ini, ditetapkan pembatasan lalu lintas di Jembatan Cisomang. Kendaraan yang boleh melintas hanya untuk golongan I (sedan, jip, pikap/truk kecil dan bus.
Bagaimana penampakan kerusakan di Jembatan Cisomang? Berikut gambarnya:

Retakan di Cisomang

Gambar retakan di Cisomang dari dekat (Foto: Kementerian PUPR)


Jembatan CisomangNewsInfo Lalu LintasPT Jasa Marga

500

Baca Lainnya