• 0

USER STORY

Tentang Masakan Mama

Tentang Masakan Mama


"Masakan mama enak nggak?” 

Nak, dalam kehidupan duniawi yang pelik dan penuh fatamorgana ini, ada beberapa pertanyaan yang terkesan ringan namun sangat sulit menjawabnya. Pertanyaan-pertanyaan itu terlontar bukan sekadar hanya untuk mendapatkan jawaban, tapi juga memiliki makna mendalam untuk mengkonfirmasi perasaan dalam hati.

Saat berhubungan dengan seseorang, kita harus pandai-pandai melihat maksud tersirat dan tersurat dari sebuah pertanyaan. Jangan sampai kita menjawab sesuatu yang tersirat tapi sebenarnya ada suratan maksud yang mendalam. Itulah anakku, sesuatu yang pelik namun menjadi candu bagi orang dewasa.

Banyak pertanyaan dalam hidup ini yang mesti kita antisipasi. Di antaranya: “aku gemukan ga?”, “bagus ga pake baju ini?” “mau makan ke mana? Aku terserah aja” dan lain-lainnya. Butuh riset mendalam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Banyak matriks yang harus dipertimbangkan dan konteks yang harus diperhatikan. Nanti mungkin ayah bahas di tulisan terpisah.

Ayah hanya ingin memberimu sedikit pandangan terkait masakan mama. Terutama saat nanti muncul pertanyaan 6 juta dolar itu kepadamu.

Jadi nak, bila mama bertanya apakah masakannya enak atau tidak, bagaimana kita harus menjawabnya? Selama ini, yang ayah lakukan adalah membuka senyum selebar mungkin, seantusias mungkin, lalu bilang: “luar biasa… thank you so muchhh! Aku habiskan yah”.

Tak pernah terbersit pun untuk menjawab dengan kalimat lain. Setiap hari. Setiap jam makan. Setiap ada pertanyaan.

Bagi ayah, masakan mama bukan soal rasa. Perdebatannya sudah bukan lagi persoalan enak atau tidak enak. Maqamnya, sudah jauh melebihi itu. Masakan istri atau ibu kita, berada dalam level langit ke tujuh, atau level 12 tingkat kepedasannya dalam skala keripik.

Masakan mama adalah refleksi kasih sayang seorang manusia. Dia cerminan nyata dari sebuah perasaan peduli, merawat (nurturing), dan kata yang paling klise di dunia ini, cinta. Apa yang dimasak itu adalah buah dari pengetahuan kuliner ditambah keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga, setelah melakukan riset dan orientasi mendalam di rumah mertua.

Saat mama masak, yang dipikirkannya jauh melebihi pikiran presiden Jokowi saat mengganti anggota kabinet. Jauh lebih kompleks daripada itu. Mama akan berpikir, apakah masakan ini sudah sesuai selera kita, sehatkah bagi tubuh kita, lebih enakkah dari masakan tetangga atau ibu kandung kita di rumah, dan tentu saja apakah bakal menguras kas rumah tangga.

Komposisi garam sampai mecin dihitung dengan sempurna. Resep di internet diuji kebenarannya dengan testimoni yang ada. Air tak boleh dari keran karena kumannya tak jelas dari mana. Harus dari merek A**a. Bila sudah matang, tampilan harus sempurna. Bukan untuk chef Juna, tapi untuk kita.

Masakan mama yang membuat kita terjaga dalam kondisi prima. Masakan mama yang membuat perut kita aman dari marabahaya racun-racun di dunia. Masakan mama pula yang membuat ibadah kita tak terganggu urusan lapar dan dahaga.

Karena itu, habiskanlah masakan mama. Kalau rasanya masih belum memenuhi selera, selalu ada kecap, saus tomat dan bon Cabe. :)

Selamat hari Mama...

Tentang Masakan Mama


InspirasiUrban

500

Baca Lainnya