Konten dari Pengguna

3 Gaya dalam Pembacaan Puisi Berdasarkan Penafsiran Maknanya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gaya dalam Pembacaan Puisi. Sumber foto: Pexels/Suzy Hazelwood
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gaya dalam Pembacaan Puisi. Sumber foto: Pexels/Suzy Hazelwood

Gaya dalam pembacaan puisi dibedakan berdasarkan penafsiran maknanya. Puisi merupakan karya sastra yang berisi tanggapan dan pendapat penyair mengenai berbagai hal.

Tanpa teknik pembacaan, akan sulit untuk menyampaikan mana sekaligus perasaan dalam puisi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari teknik vokal, penampilan, dan interpretasi.

Gaya dalam Pembacaan Puisi

Ilustrasi Gaya dalam Pembacaan Puisi. Sumber foto: Pexels/Pixabay

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia, E. Kokasih (2017), puisi merupakan sebuah karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan. Pengungkapan tersebut dituangkan ke dalam keindahan kata-kata.

Untuk mencapai hal tersebut, penyair menggunakan irama, rima, diksi, kata kiasan, dan gaya dalam pembacaannya. Gaya atau cara pembacaan puisi bergantung pada penafsiran makna dan pilihan masing-masing individu.

Ada tiga gaya dalam pembacaan puisi. Berikut penjelasannya yang dibedakan berdasarkan penafsiran makna.

1. Pembacaan Teatrikal

Dalam pembacaan teatrikal, pembaca harus menampilkan ekspresi, penghayatan, dan penjiwaan penuh terhadap isi puisi yang dibacakannya. Pembaca juga bisa menampilkan puisi melalui berbagai alat bantu dan media pendukung.

2. Pembacaan Tekstual

Pembacaan tekstural merupakan salah satu gaya pembacaan yang sering ditampilkan dalam pembacaan puisi. Cara pembacaan ini memiliki ciri yaitu membawa teks puisi di tangan.

Pembaca sesekali dapat melihat teks puisi secara langsung. Cara pembacaan puisi ini juga bisa divariasikan dengan berbagai gaya atau gerak tubuh, misalnya dengan berdiri, duduk, dan bergerak-gerak.

3. Pembacaan Deklamasi

Pembacaan puisi secara deklamasi artinya teks puisi yang akan dibacakan harus dihapalkan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, pembacaan puisi dengan cara ini tidak membawa dan menggunakan teks puisi pada saat tampil.

Pembaca lebih bebas dalam bergerak karena tidak terikat dengan teks secara visual. Namun, pembaca harus mampu menampilkan penghayatan yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa membawa teks.

Baca juga: 3 Contoh Puisi Himne tentang Ketuhanan, Pahlawan dan Tanah Air

Penentuan gaya dalam pembacaan puisi tersebut menjadi pilihan masing-masing individu. Hal tersebut bisa didasarkan pada beberapa aspek, seperti kesiapan diri, kecocokan dengan puisi, situasi kondisi, dan ketersediaan sarana pendukung. (Msr)