Konten dari Pengguna

4 Tahapan Perencanaan Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perencanaan usaha pembenihan ikan konsumsi. Sumber: unsplash.com/Milos Prelevic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perencanaan usaha pembenihan ikan konsumsi. Sumber: unsplash.com/Milos Prelevic

Dalam membangun bisnis perikanan, sudah sepatutnya untuk membuat perencanaan usaha pembenihan ikan konsumsi secara matang. Pasalnya, usaha perikanan punya risiko yang besar jika dilakukan tanpa persiapan.

Persiapan berupa lahan, model kolam hingga jenis ikan adalah beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum memulai usaha tersebut. Sebab, iklim dan cuaca juga bisa memengaruhi hasil pembenihan ikan.

Perencanaan Usaha Pembenihan Ikan Konsumsi

Ilustrasi perencanaan usaha pembenihan ikan konsumsi. Sumber: unsplash.com/ unsplash+

Mengutip dari buku Usaha Ikan Konsumsi di Lahan 100 m², Cahyo Saparinto (2010 : 21), kegiatan budi daya ikan yang cukup sulit adalah pembenihan. Sehingga perlu perencanaan usaha pembenihan ikan konsumsi yang tepat. Adapun tahapan perencanaannya sebagai berikut.

1. Melihat Kondisi Lahan

Kondisi lokasi lahan sangat menentukan bentuk kegiatan budi daya, ikan yang akan dibudidayakan, dan biaya yang akan dikeluarkan. Oleh karena itu, lokasi lahan yang akan dimanfaatkan untuk usaha budi daya perlu diperhatikan.

Sumber air yang akan dimanfaatkan serta kualitas dan kuantitasnya sepanjang tahun juga perlu diperhatikan.

2. Memilih Induk

Indukan yang baik dan subur menjadi faktor penentu utama apakah pembenihan akan berjalan dengan baik atau tidak. Induk yang berkualitas akan menghasilkan benih yang berkualitas pula.

Biasanya induk untuk ikan konsumsi dipilih yang berdaging tebal, lincah dan sehat.

3. Jenis Pemijahan

Jenis pemijahan bisa secara alami atau buatan. Hal ini sangat memengaruhi hasil pembenihan, memakai cara alami terkadang aman namun perlu waktu yang tidak sebentar karena mengharuskan proses kawin antara indukan dengan pejantan secara alami.

Sedangkan pemijahan buatan dilakukan sendiri dengan tangan pemijah (manusia). Hasilnya akan lebih cepat karena bisa direncanakan kapan proses fertilisasinya.

4. Teknik Memelihara Benih

Teknik memelihara benih menjadi hal krusial karena memengaruhi keberhasilan pembenihan. Jika benih bisa dipelihara dan hidup dalam jangka panjang, maka pembenihan dikatakan sukses.

Contoh Perencanaan Usaha Pembenihan Ikan

Ilustrasi perencanaan usaha pembenihan ikan konsumsi. Sumber: unsplash.com/ unsplash+

Pak Darto memiliki lahan seluas 50 m², di lingkungannya yang dingin dan jauh dari perkotaan, dia memilih pembenihan ikan lele sebagai ikan yang tahan terhadap suhu dingin.

Pemilihan induk dipilih yang beratnya 3kg dan dikawinkan secara alami dengan 5 pejantan. Pemijahannya pun dipilih dengan cara alami. Pak Darto telah menyiapkan kolam terpal sebanyak 3 buah dan nantinya benih-benih akan disortir berdasarkan ukurannya.

Dalam kurun waktu 1 bulan, pemijahan alaminya berhasil dan menghasilkan benih ikan lele yang sehat. Kemudian beliau memelihara benih tersebut dengan pemberian pakan sesuai anjuran dari peternak ikan lain yang terbukti berhasil.

Baca juga: 10 Ciri-ciri Ikan dan Habitatnya

Perencanaan usaha pembenihan ikan konsumsi memerlukan empat tahapan di atas yang perlu diketahui oleh seseorang yang berencana membuka usaha perikanan. Contoh yang diberikan di atas semoga bisa dijadikan referensi penerapan tahapan tersebut. (IMA)