Mengenal 4 Teori Terjadinya Tata Surya beserta Penjelasannya

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
27 April 2024 15:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi  Teori Terjadinya Tata Surya, foto:pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Terjadinya Tata Surya, foto:pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tata surya yang menjadi tempat manusia hidup terdiri dari matahari sebagai pusatnya serta delapan planet, meteorid, komet, dan asteroid. Terbentuknya tata surya tersebut dapat dijelaskan atas beberapa teori. Sehingga penting mengetahui teori terjadinya tata surya.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya, tata surya adalah kumpulan dari benda-benda langit. Benda-benda langit tersebut selalu mengelilingi pusat tata surya, yaitu matahari yang dipengaruhi oleh gaya tarik gravitasi.

Kumpulan Teori Terjadinya Tata Surya

Ilustrasi Teori Terjadinya Tata Surya, foto:pexels
Mengutip dari buku Buku Online Pendamping Sains IPA, Ni Nengah Mudari (2021:2), tata surya merupakan sistem tata surya yang menjadikan matahari sebagai pusatnya. Matahari menjadi bintang pusat dalam tata surya dan mampu memancarkan cahaya sendiri serta menghasilkan energi.
Terbentuknya tata surya tersebut melalui beberapa tahapan yang telah terjadi ratusan tahun lalu. Di mana berbagai teori terjadinya tata surya sudah dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana tata surya di alam semesta ini dapat terbentuk. Berikut penjelasan beberapa teori pembentukan tata surya.

1. Teori Kabut atau Nebula

Teori nebula pertama kali dicetuskan oleh Immanuel Kant dan Pierre-Simon Laplace pada abad ke-18. Di dalam teori tersebut, dijelaskan bahwa tata surya terbentuk dari awan gas serta debu kosmik raksasa atau disebut dengan nebula.
ADVERTISEMENT
Selain itu, juga dijelaskan bahwa nebula tersebut mengalami perputaran dan perlahan-lahan perputarannya mengecil. Setelah perputarannya mengecil, terbentuklah cakram padat yang berada di pusat dan kemudian menjadi matahari. Sedangkan sisanya berubah menjadi planet.

2. Teori Awan Debu

Teori selanjutnya, yaitu teori awan debu yang dikembangkan pada abad ke-20. Di dalam teori tersebut lebih menjelaskan memperluas ide dari teori nebula.
Teori awan debu lebih memfokuskan pada proses pembentukan planet yang berasal dari awan debu yang tersisa setelah matahari terbentuk. Awan debu tersebut selanjutnya mengalami kondensasi dan akresi membentuk protoplanet.

3. Teori Planetesimal

Teori planetesimal dicetuskan oleh Chamberlin dan Forest Moulton di awal abad ke-20. Teori tersebut menjelaskan bahwa terbentuknya planet berasal dari objek kecil yang disebut dengan planetesimal.
ADVERTISEMENT
Planetesimal tersebut akan terakumulasi dengan cara bertahap. Kemudian terbentuklah planet-planet yang dikenal saat ini.

4. Teori Pasang Surut

Teori pasang surut dikemukakan oleh James Jenas pada tahun 1917. Teori tersebut menyatakan bahwa bumi dan tata surya terbentuk karena adanya bintang lain yang mendekati ke arah matahari.
Hingga pada akhirnya bintang dan matahari hampir tabarakan yang mengakibatkan tertariknya materi yang berasal dari bintang lain dan matahari. Materi-materi tersebut akhirnya mengalami kondensasi dan berubah menjadi planet-planet.
Secara umum, teori terjadinya tata surya terbagi atas beberapa teori yang dicetuskan oleh berbagai ilmuwan yang ahli dalam bidangnya. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan bagi pembaca. (PAM)