Konten dari Pengguna

Mengenal Contoh Tumbuhan yang Dikeringkan atau Diawetkan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk ontoh tumbuhan yang dikeringkan atau diawetkan. Sumber: pexels.com/Merve Bayar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk ontoh tumbuhan yang dikeringkan atau diawetkan. Sumber: pexels.com/Merve Bayar

Contoh tumbuhan yang dikeringkan atau diawetkan adalah herbarium. Herbarium adalah tumbuhan-tumbuhan yang dikeringkan lalu diberi label yang berisi data-data terkait tumbuhan tersebut.

Herbarium dapat membantu peneliti untuk mengamati berbagai jenis tumbuhan. Tidak hanya itu, herbarium juga digunakan di sekolah untuk membantu siswa mempelajari tumbuhan.

Contoh Tumbuhan yang Dikeringkan atau Diawetkan Disebut Herbarium

Ilustrasi untuk ontoh tumbuhan yang dikeringkan atau diawetkan. Sumber: pexels.com/Skylar Kang

Contoh tumbuhan yang dikeringkan atau diawetkan disebut herbarium. Menurut buku Mengenal Herbarium Flora oleh Dra. Hj. Sri Nurwati, M.Pd. (2008: 1), herbarium adalah pengumpulan tanaman kering untuk keperluan studi dalam biologi.

Manfaat herbarium adalah untuk menggolongkan tumbuhan berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki. Herbarium dapat mempermudah mengamati suatu jenis tumbuhan.

Herbarium terdiri dari kumpulan beberapa spesies tumbuhan yang dikeringkan dan dilengkapi dengan label berisi identitas spesies tumbuhan. Identitas itu meliputi tempat hidup, warna daun, kerapatan tanaman, bau tanaman, dan lain sebagainya.

Lebih lanjut, cara membuat herbarium adalah sebagai berikut.

1. Cara Pengumpulan

Cara pengumpulan tumbuhan adalah sebagai berikut.

  1. Kumpulkan tanaman dari kebun, halaman, atau tempat yang memungkinkan menemukan tumbuhan yang akan dibuat herbarium.

  2. Potong tanaman yang akan dibuat herbarium. Cari ranting yang terdapat daun dan bunga.

  3. Gunakan alat potong yang tajam agar bagian batang tumbuhan tidak terluka. Contohnya gunting besar atau pisau tajam.

  4. Ambil 3 helai daun dan 2 kuntum bunga untuk tiap jenis tanaman.

  5. Usahakan cari tangkai daun berukuran 10 cm.

  6. Sediakan buku tulis untuk mencatat informasi seperti warna daun, bau tanaman, keadaan batang (bercabang atau tidak), tinggi tempat tanaman itu hidup, lokasi pengambilan, banyaknya tanaman di tempat tersebut (kerapatan).

  7. Masukkan ke dalam wadah yang longgar dan tertutup rapat.

  8. Dapat juga dimasukkan di antara halama buku yang besar sebagai pebempatan sementara organ tanaman yang akan dibuat herbarium.

2. Cara Mengeringkan

Cara mengeringkan tanaman untuk herbarium adalah sebagai berikut.

  1. Carilah kertas dengan permukaan yang kering dan kasar serta tidak mengkilat supaya kadar air pada tanaman dapat diserap oleh kertas tersebut.

  2. Masukkan tanaman di antara helaian kertas.

  3. Usahakan semua organ tanaman (daun dan bunga) dapat masuk dalam kertas koran atau halaman buku.

  4. Buatlah etiket gantung yang berisi nomor urut untuk diikatkan pada bagian tanaman tersebut. Nomornya berhubungan dengan buku catatan lapangan.

  5. Khusus tanaman dengan daging daun tebal, rendam terlebih dahulu dalam air mendidih. Jika tidak direndam maka akan membutuhkan waktu lama dalam proses pengeringan.

  6. Dalam proses pengeringan, jumlah tanaman herbarium dalam satu paket jangan terlalu banyak karena proses pengeringan akan memakan waktu yang lebih lama, Cukup 10 sampai 15 jenis tanaman saja.

  7. Beri pemberat pada buku herbarium untuk menekan agar tanaman menjadi kering.

  8. Jika menggunakan kertas keran, maka bongkok kertas herbarium dimasukkan dalam sasak. Sasak adalah anyaman bambu berukuran 30-40 cm.

  9. Pada tempat dengan kelembapan yang tinggi, buku herbarium atau sasak dapat dijemur di bawah terik matahari atau dipanaskan di atas bara api (terutama arang kayu).

  10. Tanaman dikatan kering jika dirasakan tidak dingin lagi, dan daun menjadi kaku,

  11. Upayakan seluruh eksemplar terus menerus kering.

  12. Makin cepat mengering, maka makin baik .

3. Cara Pengawetan

Usahakan menyimpan di tempat yang yang kering dan jemurlah koleksi tanaman berkali-kali di bawah sinar matahari. Tumbuhan yang sudah kering rawan terhadap serangan serangga. Gunakan kapur atau silica gel sebagai bahan pengawet.

4. Cara Penempelan

Setelah tanaman dalam sasak kering, keluarkan tanaman tersebut dari sasak. Keluarkan dengan hati-hati agar organ tanaman tidak rusak atau patah. Setelah itu, siapkan sebagai berikut.

  1. Kertas helaian sebanyak 10-15 lembar sebagai alas penempelan herbarium.

  2. tempelkan tanaman pada kertas dengan potongan-potongan kertas sempit panjang yang diberi lem pada sebelah sisinya.

  3. Jangan menempelkan kertas lem di atas bunga. Tempelkan terutama pada ranting, batang, atau tangkai daun.

  4. Jumlah helaian daun dalam satu halaman kertas sebaiknya dibuat 2 sisi agar dapat terlihat semuanya.

  5. Dalam satu halaman kertas sebaiknya hanya menempelkan satu macam jenis tanaman.

5. Cara pemberian Etiket/Label

Setelah semua tanaman herbarium tertempel dengan rapi, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  1. Tempelkan kertas kecil sebagai etiket/label pada bagian bawah sisi kertas herbarium.

  2. Tulis pada etiket semua keterangan yang dimiliki tanaman, seperti berikut.

  • Data tanggal pengambilan

  • Warna daun

  • Bau tanaman

  • Keadaan batang tanaman, bercabang atau tidak.

  • Ketinggian tempat tanaman hidup.

  • Lokasi pengambilan/lokasi ditemukan.

  • Banyaknya tanaman di temapt tersebut (kerapatan).

  • Tempat tanaman tumbuh.

  • Nama spesies atau jenis tanaman.

  • Nama penemu tanaman.

  • Setelah terkumpul 10 - 15 lembar kertas herbarium, jilid kumpulan lembaran itu seperti album.

  • Tulislah nama diri pada cover halaman depan album.

Itulah penjelasan mengenai contoh tumbuhan yang dikeringkan atau diawetkan, yaitu herbarium. Fungsinya adalah untuk membantu mengamati tanaman. Herbarium mudah dibuat tetapi proses pembuatannya harus dilakukan dengan hati-hati. (IND)

Baca juga: Tingkatan Terendah dari Klasifikasi Tumbuhan