Konten dari Pengguna

Rangkuman PPKN Kelas 7 Bab 6 Kurikulum Merdeka SMP

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rangkuman PPKN Kelas 7 Bab 6 Kurikulum Merdeka SMP. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Priscilla
zoom-in-whitePerbesar
Rangkuman PPKN Kelas 7 Bab 6 Kurikulum Merdeka SMP. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Priscilla

Dalam rangkuman PPKN kelas 7 Bab 6 Kurikulum Merdeka, siswa diajak untuk memahami makna kebebasan beragama dan berkeyakinan. Serta implementasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kebebasan beragama dan berkeyakinan merupakan hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Kebebasan ini juga dijamin oleh berbagai instrumen internasional yang diakui oleh Indonesia.

Rangkuman PPKN Kelas 7 Bab 6 Kurikulum Merdeka

Rangkuman PPKN Kelas 7 Bab 6 Kurikulum Merdeka SMP. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Alexander

Dikutip dari buku PPKn, Sri dkk (2021: 257), bab ini juga membahas pentingnya toleransi antarumat beragama. Tujuannya untuk menciptakan keharmonisan dalam masyarakat yang majemuk.

Kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak setiap individu untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama atau kepercayaannya tanpa paksaan. Hak ini dilindungi oleh Pasal 28E ayat (1) UUD 1945.

Kebebasan ini juga tercantum dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) Pasal 18. Berikut beberapa rangkuman PPKN kelas 7 bab 6 Kurikulum Merdeka yang dapat dijadikan para siswa sebagai materi pembelajaran.

1. Konteks Sejarah dan Filosofis

Sejarah kebebasan beragama di Indonesia ditandai oleh keragaman kepercayaan sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara hingga masa penjajahan dan kemerdekaan. Kebhinekaan ini mengajarkan pentingnya hidup berdampingan secara damai.

Filosofi Pancasila, terutama sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menegaskan pentingnya kebebasan beragama sebagai landasan moral bangsa.

2. Toleransi Antarumat Beragama

Toleransi merupakan kunci untuk menjaga kerukunan dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan. Toleransi berarti menghormati dan menerima perbedaan keyakinan.

Serta tidak memaksakan agama atau kepercayaan tertentu kepada orang lain. Dalam masyarakat yang harmonis, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan ibadah dan aktivitas keagamaannya tanpa diskriminasi.

3. Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

  1. Implementasi kebebasan beragama dan berkeyakinan dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti:

  2. Lingkungan Keluarga: Mengajarkan nilai toleransi dan saling menghormati antaranggota keluarga yang mungkin memiliki keyakinan berbeda.

  3. Sekolah: Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keberagaman agama serta memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa untuk menjalankan ibadahnya.

  4. Masyarakat: Berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan secara sukarela dan menghormati acara keagamaan umat lain.

4. Tantangan dan Solusi

Meski dijamin oleh hukum, pelaksanaan kebebasan beragama sering kali menghadapi tantangan, seperti intoleransi, diskriminasi, dan konflik antarumat beragama.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan peran aktif pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dalam mempromosikan dialog antaragama, pendidikan toleransi, serta penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

Baca juga: 3 Contoh Susunan Acara Rapat Kelulusan SMP

Rangkuman bab 6 PPKN Kelas 7 Kurikulum Merdeka SMP memberikan pemahaman mendalam mengenai kebebasan beragama dan berkeyakinan serta pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Msr)