Sejarah Singkat RA Kartini untuk Anak SD yang Singkat dan Mudah Dimengerti

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menceritakan sejarah pahlawan seperti RA Kartini pada anak SD, tak boleh disamakan dengan cara menceritakannya pada anak remaja. Jadi, diperlukan referensi teks sejarah singkat RA Kartini untuk anak SD agar bisa menceritakannya dengan mudah.
Dikutip dari buku Mendidik Anak dengan Cinta Sintha Yudisia (2020: 204), menceritakan kisah para pelaku sejarah ialah cara jitu untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dalam diri anak.
Sejarah Singkat RA Kartini untuk Anak SD
RA Kartini adalah pribadi yang berwawasan luas, pantang menyerah, berjiwa sosial, serta penuh kasih sayang. Dengan mendengar cerita RA Kartini yang penuh teladan, anak akan terinspirasi untuk meniru sifat-sifat baik dari sang pahlawan nasional tersebut.
Akan tetapi, sejarah yang disampaikan harus ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti olek anak SD. Berikut contoh sejarah singkat RA Kartini untuk anak SD yang bisa diceritakan saat perayaan Hari Kartini.
RA Kartini adalah seorang pahlawan nasional asal kota Jepara yang lahir tanggal 21 April 1879. Ia adalah perempuan keturunan bangsawan. Ayah dari RA Kartini pun adalah seorang bupati Jepara pada saat itu.
RA Kartini merupakan pejuang bangsa yang dulunya memperjuangkan kemerdekaan sekaligus kedudukan seorang perempuan. Kedudukan perempuan diperjuangkan karena dulunya mereka tidak memiliki hak yang sama dengan laki-laki.
Di zaman penjajahan, perempuan tidak boleh sekolah tinggi. Hal itu membuat banyak perempuan pada zaman itu tidak bisa membaca dan kurang berpendidikan. Hal itulah yang memacu RA Kartini berjuang demi hak perempuan.
Bahkan, RA Kartini dulu juga bersekolah hanya sampai usia 12 tahun saja. Sebab, di zaman dulu perempuan umur 12 tahun harus dipingit. Dipingit itu artinya dikurung di dalam rumah sebelum menikah. Meski sedang dipingit, RA Kartini tetap rajin belajar.
Ia bahkan belajar bahasa Belanda sendiri hingga bisa bertukar surat dengan temannya di Belanda, yaitu Rosa Abendanon. Tak hanya belajar bahasa Belanda, RA Kartini juga suka membaca buku seperti koran dan majalan Eropa.
Dari membaca buku-buku tersebut, RA Kartini jadi tahu bahwa perempuan Eropa memiliki pemikiran yang lebih maju dari pada perempuan Indonesia. Hal itu membuat RA Kartini berpikir untuk memajukan perempuan Indonesia.
Pada tahun 1903, RA Kartini menikah dengan KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan bupati Rembang saat itu. Meskipun sudah menikah, RA Kartini tetap ingin melanjutkan cita-citanya memajukan perempuan Indonesia dan juga menjadi guru.
Untungnya, suami RA Kartini mau memberi kebebasan dan mendukung cita-cita istrinya. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membangunkan sekolah perempuan di timur gerbang perkantoran Rembang.
Setahun setelah menikah, RA Kartini melahirkan anaknya yang berjenis kelamin laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat. Ia lahir pada 13 September 1904. Sayangnya, 4 hari setelah melahirkan, RA Kartini meninggal dunia di usia 25 tahun.
Berkat kegigihan RA Kartini, sepeninggalan beliau pada 1912 berdirilah Sekolah Kartini oleh Yayasan Kartini. Sekolah ini didirikan oleh keluarga Van Deventer. Awalnya sekolah ini hanya didirikan di Semarang, namun kemudian didirikan pula di Surabaya, Yogyakarta, dan daerah lainnya.
Baca juga: Contoh Teks Biografi RA Kartini yang Baik dan Benar
Itulah tadi sejarah singkat RA Kartini untuk anak SD. Dari sejarah RA Kartini di atas, para anak SD dapat belajar bahwa beliau adalah sosok yang luar biasa karena telah berjasa dalam mendukung pendidikan setara bagi seluruh perempuan Indonesia. (SLM)
