Konten dari Pengguna

Teknik Pengolahan Makanan Fungsional dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teknik Pengolahan Makanan Fungsional. Sumber: Pexels/Polina Tankilevitch
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teknik Pengolahan Makanan Fungsional. Sumber: Pexels/Polina Tankilevitch

Makanan fungsional dapat berupa makanan yang diolah maupun tidak. Teknik pengolahan fungsional berbeda-beda menurut cara pengolahannya. Materi tersebut sangat bermanfaat menambah wawasan untuk semakin memahami kandungan makanan.

Berdasarkan penelitian, makanan tersebut memiliki manfaat bagi tubuh karena mengandung satu senyawa atau lebih. Makanan fungsional tersedia baik secara alami maupun melewati proses pengolahan.

Teknik Pengolahan Makanan Fungsional

Ilustrasi Teknik Pengolahan Makanan Fungsional. Sumber: Pexels/Polina Tankilevitch

Makanan berperan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh manusia. Untuk menjalani hidup sehat dan seimbang, harus memerhatikan kandungan dari setiap makanan.

Menurut buku Pangan Fungsional, Tri Dewanti Widyaningsih, dkk (2017:5), pangan atau makanan fungsional adalah bahan pangan yang secara alami atau telah diproses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan kajian ilmiah memiliki fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan.

Ada beberapa teknik pengolahan makanan fungsional yang penting untuk diketahui. Inilah tiga tekniknya.

1. Pengolahan Alami

Bahan makanan ini sudah tersedia di alam tanpa perlu pengolahan. Sebagai contoh sayuran segar, buah-buahan. Tanpa diolah bahan ini telah mengandung senyawa bioaktif zat gizi antara lain vitamin, gula, asam lemak tidak jenuh, protein tertentu.

2. Pengolahan Tradisional

Teknik pengolahan makanan fungsional menggunakan teknik tradisional adalah bahan pangan yang diolah secara tradisional. Mengolahnya berdasarkan resep turun temurun antar generasi.

Sebagai contoh tempe, cincau hitam, minuman beras kencur, teh dan lain sebagainya.

3. Pengolahan Modern

Bahan makanan ini diolah dengan cara proses khusus menggunakan formula baru yang ditujukan untuk tujuan tertentu.

Sebagai contoh minuman ibu hamil, minuman peningkatan daya tahan tubuh, dan sejenisnya. Produksinya menggunakan pendekatan berikut.

  • Meningkatkan konsentrasi komponen yang telah ada atau mengekstraknya.

  • Menghilangkan komponen yang tidak baik jika dikonsumsi.

  • Menambahkan komponen atau senyawa bioaktif yang tidak ada dalam bahan pangan tersebut.

  • Meningkatkan stabilitas dari komponen efek baik dari bahan tersebut.

Baca Juga: Macam-macam Teknik Pengawetan Makanan Agar Tahan Lama

Teknik pengolahan makanan fungsional dapat dibedakan berdasarkan prosesnya. Namun fungsi utamanya tetap untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh manusia. Senyawa yang bermanfaat di dalam bahan makanan dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang beragam. (DVA)