kumplus- Raka Ibrahim

Menolak Produktif Berarti Menolak Hidup Sengsara

Raka Ibrahim adalah penulis dan pelaut amatir. Tulisannya tentang musik, seni budaya, dan politik keseharian telah terbit di berbagai media. Pada 2021, ia menjadi kru sukarela di kapal layar kebudayaan Arka Kinari.
18 April 2022 15:13
·
waktu baca 11 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical

Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis pekan ini. Oleh karena itu, izinkan saya menyampaikan sebuah anekdot.

Sekali waktu, pada sebuah konser, saya berkenalan dengan Bill. Kepada saya ia mengaku anak punk, tapi perawakannya tidak menguarkan aura perlawanan. Wajahnya ramah, kacamatanya tebal, senyumnya polos. Leluconnya kekanak-kanakkan dan tingkah lakunya kelewat manis. Pekerjaan sehari-harinya dokter–jauh panggang dari api dengan kenyataan getir kelas pekerja yang diusung anak punk di imajinasi saya.
Saat saya menyampaikan pengamatan ini, Bill terpingkal-pingkal. Akhirnya ia mengakui bahwa ia memang sudah lama tidak turba ke skena. Ini konser pertama yang ia datangi dalam satu tahun terakhir. Bahkan ia sudah hampir tiga tahun tidak membuat lagu baru–walaupun hanya satu nada. Penyebabnya sederhana: ia sempat jatuh cinta.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Saya tidak tahu kapan harapan menjadi barang mahal. Kolom Raka Ibrahim, terbit setiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten