Raka Ibrahim 2

Orang-Orang Darat, Orang-Orang Laut

Raka Ibrahim adalah penulis dan pelaut amatir. Tulisannya tentang musik, seni budaya, dan politik keseharian telah terbit di berbagai media. Pada 2021, ia menjadi kru sukarela di kapal layar kebudayaan Arka Kinari.
12 Juni 2022 19:15
·
waktu baca 13 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Banyak yang tak lagi sama setelah saya pulang berlayar. Tidak, saya tidak menumbuhkan insang dan sirip seperti kecurigaan sebagian teman-teman. Tetapi ada perubahan-perubahan kecil dalam kebiasaan saya yang membuat saya kerap mabuk darat.
Yang pertama merajuk adalah tubuh saya sendiri. Sebab kapal terus menerus bergoyang, tubuh saya terbiasa ikut berayun ke arah berlawanan untuk menjaga keseimbangan. Ini ada istilahnya di bahasa pergaulan orang-orang pelayar: sea legs atau kaki pelaut. Di atas kapal, kuda-kuda ini memungkinkan saya masak soto dalam keadaan kapal miring 45 derajat. Sekembalinya ke darat, kebiasaan ini bikin saya terlihat oleng seperti pemabuk.
Paling memalukan, saya pernah terjungkal dari toilet saat sedang berak. Semua gara-gara saya tidak bisa duduk seratus persen diam.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Konten Premium kumparanPLUS
Saya tidak tahu kapan harapan menjadi barang mahal. Kolom Raka Ibrahim, terbit setiap Minggu.
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten