Generasi Milenial Indonesia terhadap Pancasila

SMA CENDERAWASIH 1 JAKARTA
Konten dari Pengguna
30 November 2021 17:14
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Ezekiel Raka P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Generasi Muda Indonesia

Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia Sumber: Pixabay.com
ADVERTISEMENT
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa zaman sekarang ini sudah semakin maju, teknologi sudah banyak berkembang di segala penjuru Indonesia. Warga Indonesia sudah banyak menggunakan teknologi. Sebenarnya kita sudah dari dulu menggunakan teknologi, seperti memasak menggunakan teknologi kompor minyak tanah menjadi teknologi kompor listrik, teknologi lampu minyak menjadi teknologi lampu listrik, teknologi setrika batu bara menjadi teknologi setrika listrik, dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
Saat ini kebanyakan teknologi yang sangat berkembang di Indonesia adalah teknologi komunikasi. Banyak variasi smartphone atau yang biasa kita sebut sebagai gawai-yang sangat canggih beredar di masyarakat. Melalui alat-alat tersebut, kita bisa mendapatkan informasi yang banyak mengenai berita dalam negeri maupun luar negeri. Tetapi banyak pengguna smartphone yang menggunakannya dengan tidak bijaksana atau sesuai fungsinya. Anak-anak muda menggunakan smartphone untuk bermain games online dan media sosial saja, membuat mereka menjadi tidak produktif dan tidak peduli lingkungan sekitar.
Sikap-sikap itulah yang membuat para generasi muda milenial menjadi jauh dari nilai-nilai Pancasila. Ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar dapat menyebabkan perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa. Mereka tidak mengenal orang-orang yang berada di dekat mereka seperti tetangga atau warga di lingkungan sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya teknologi yang semakin maju dan gaya hidup yang serba praktis, nilai dari sila-sila Pancasila mulai terlupakan begitupun makna dari semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan moto bangsa Indonesia dan tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Fungsi mendasar Bhinneka Tunggal Ika adalah landasan persatuan dan kesatuan.
Generasi milenial sekarang ini lebih mementingkan urusan mereka sendiri, lupa akan kehidupan bersosialisasi. Padahal manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, sehingga kalau tidak dilakukan akan menimbulkan ketimpangan atau kesenjangan baik dari segi mental maupun sosial. Tanpa adanya interaksi sosial secara nyata maka persatuan dan kesatuan tidak akan terbentuk.
ADVERTISEMENT
Hal ini harus segera disadari dan diatasi oleh lembaga pemerintah, lembaga keluarga, maupun dari individu masing-masing. Upaya yang dapat dilakukan adalah menegakkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, yaitu nasionalisme Indonesia, Kebebasan yang bertanggung jawab, wawasan nusantara, dan persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi.
Bagaimana cara memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa? yaitu dengan mengimplementasikan Pancasila, Sumpah Pemuda dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Pancasila yang merupakan pedoman hidup bangsa, persatuan dan kesatuan Indonesia disebutkan dalam sila ketiga. Dalam sumpah pemuda juga berisikan janji putra dan putri Indonesia yang bertumpah darah satu yaitu Indonesia, berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga mempersatukan rakyat Indonesia yang berbeda-beda suku, ras, dan agama dalam kedaulatan bangsa.
ADVERTISEMENT
Contoh sikap yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dapat dilihat di bawah ini :
• Menanamkan gotong royong
• Menanamkan sifat tolong menolong
• Menanamkan sifat kekeluargaan
• Musyawarah dalam pengambilan keputusan
• Kerjasama antar umat beragama yang berbeda
• Tidak membeda-bedakan SARA
• Menegakkan HAM
• Saling menghormati perbedaan antara sesama manusia
• Peduli kepada orang lain
• Menjunjung tinggi demokrasi
• Menghargai pendapat orang lain
• Turut serta dalam penegakan hukum, pertahanan, dan keamanan
• Turut serta memajukan bangsa
• Bersosialisasi dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan orang
• Menerima keadaan fisik setiap orang tanpa adanya diskriminasi
• Penegakan hukum yang adil tanpa adanya diskriminasi pada minoritas maupun status sosial
ADVERTISEMENT
• Tidak melakukan perbuatan yang dapat memecah persatuan seperti ekstrimisme, egoisme, terorisme, sukuisme, dan rasialisme.
Kita sebagai generasi milenial dapat membangun, menegakkan, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa sesuai nilai-nilai Pancasila jika menerapkan sikap-sikap tersebut. Oleh karena itu, diharapkan generasi muda menggunakan smartphone untuk sesuatu hal yang positif dan pengembangan diri.
Ezekiel Raka P
Siswa SMA Cenderawasih 1 Jakarta
kelas XI IPS 4
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020