Pencarian populer

Rangkum 15 April 2019: Edisi Sepekan, Kisruh Pemilu, #JusticeForAU

Dugaan penganiayaan siswi SMP berinisial AU di Pontianak oleh 12 siswi SMA menjadi pembuka Rangkum edisi ini. Simak ulasan selengkapnya.

1. Siswi SMP di Pontianak Jadi Korban Penganiayaan 12 Siswi SMA

Tiga dari 12 siswi SMU yang diduga menjadi pelaku dan saksi dalam kasus penganiayaan siswi SMP berinisial AU (14) memberi keterangan saat jumpa pers di Mapolresta Pontianak. Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

AU (14 tahun), menjadi korban penganiayaan oleh belasan siswi dari beberapa Sekolah Menengah Atas di Kota Pontianak, pada Jumat (29/3). Diduga motif penganiayaan tersebut karena asmara. Menurut keterangan dari ibu korban, LK: AU dijambak, disiram air, kepalanya dibenturkan ke aspal, hingga perutnya diinjak.

"Anak saya baru berani bicara kepada saya, bahwa dia dianiaya itu. Sekarang semakin depresi, tertekan, traumatik, terus psikisnya sudah terkena,” ujar LK, Senin (8/4). Tiga dari 12 terduga pelaku penganiayaan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Siswi SMP di Pontianak Jadi Korban Penganiayaan Belasan Siswi SMA

2. Nusron Wahid Dituding Minta Disiapkan 400 Amplop 'Serangan Fajar'

Inisiator Relawan Nusantara Nusron Wahid memberikan keterangan pers di kediaman Ma'ruf Amin, Jakarta, Senin (24/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Tersangka kasus suap, Bowo Sidik Pangarso, menuding politikus Golkar, Nusron Wahid, minta untuk disiapkan 400 amplop 'Serangan Fajar' yang berasal dari hasil suap dan gratifikasi. Perintah itu ditujukan untuk meraup suara di Jawa Tengah yang menjadi daerah pemilihan Nusron dan Bowo dalam Pemilu 17 April 2019.

Namun saat dikonfirmasi, Nusron membantah tudingan tersebut. "Pokoknya saya tidak pernah main begituan, bisa dibuktikan, saya tidak pernah main begituan dan saya tidak pernah nyuruh orang begitu," ucapnya, Selasa (9/4).

Baca: Nusron Wahid Dituding Minta Disiapkan 400 Amplop 'Serangan Fajar'

3. Surat Suara di Malaysia Sudah Tercoblos Paslon 01

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Kajang bersama Relawan Prabowo - Sandi (PADI) Malaysia berjaga di lokasi penemuan surat suara Pemilu 2019 yang diduga sudah dicoblos di sebuah rumah toko Jalan Seksyen 2/11 Kajang Selangor, Kamis (11/4). Foto: ANTARA FOTO/Agus Setiawan

Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan surat suara Pemilu 2019 Indonesia di Selangor, Malaysia, dalam keadaan tercoblos untuk pasangan capres dan cawapres 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sedangkan untuk surat suara pemilihan legislatif DPRI RI, tercoblos untuk caleg nomor urut 03 atas nama Achmad dari Partai Nasdem. Surat suara tersebut disimpan dalam ruko tak berpenghuni.

"Ya, kami mengambil sikap dengan melanjutkan terus pemungutan suara dan tidak menghitung yang ditemukan itu, jadi dianggap tidak sah, dianggap sampah," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/4).

Baca: Surat Suara di Malaysia Sudah Tercoblos Paslon 01

Rangkum Minggu, 14 April 2019

1. TPS di Sydney Ditutup Meski Puluhan WNI Belum Nyoblos

Antrean warga di Town Hall Sydney untuk mencoblos. Foto: Dok. Istimewa

Sempat terjadi ketegangan saat pelaksanaan pemilu di Sydney, Sabtu (13/4). Gedung yang dijadikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditutup pukul 18.00 waktu setempat, padahal masih banyak warga yang mengantre di luar.

Hal itu dilakukan karena waktu penggunaan sewa gedung yang terbatas. Padahal PPLN (Panitia Pemilihan Luar Neger), KPPSLN (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri), Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu), dan saksi warga sempat berunding untuk mengizinkan warga yang sudah berada di luar TPS untuk nyoblos.

"Penolakan keras dilakukan oleh saksi paslon tertentu, yang tetap berpegang pada jadwal jam 08.00-18.00," kata anggota Sekretariat PPLN Sydney, Hermanus Dimara, Minggu (14/4), tanpa menyebutkan saksi paslon nomor urut berapa.

Baca: TPS di Sydney Ditutup Meski Puluhan WNI Belum Nyoblos

Baca: TPS di Sydney Ditutup Meski Puluhan WNI Belum Nyoblos

2. Diduga Lakukan Politik Uang, Seorang Timses Caleg di Sumsel Ditangkap

Ilustrasi money politic.

HR, anggota tim sukses salah satu calon legislatif (caleg) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, diamankan oleh warga Jalan Kelapa Gading, RT 03, Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, karena diduga hendak melakukan politik uang pada Sabtu (13/4). Saksi mata berinisial FI melihat HR memasuki rumah salah satu warga sambil membawa kantong plastik hitam. Saat diperiksa, dalam kantong plastik tersebut terdapat enam amplop putih berisikan uang total Rp 10,2 juta.

Di dalam amplop tersebut juga terdapat contoh surat suara calon anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari parpol dengan nomor urut 01 serta kartu nama seorang caleg DPRD Kota Lubuklinggau Dapil I berinisial R. "Jika terbukti money politic tentu akan digiring ke tindak pidana politik," kata Bahuni, anggota Komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau, Minggu (14/4).

Baca: Diduga Lakukan Politik Uang, Seorang Timses Caleg di Sumsel Ditangkap

-------------------------

Ikuti terus Rangkum edisi lainnya di sini.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Minggu,19/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20