Kumplus- Cover fiksi Nangka
20 Februari 2021 13:05

Nangka

Hari ini Adipati tidak masuk kerja. Ia memilih untuk duduk di teras rumah, memandangi nangka di kebun belakang. Gemuk sekali, pikirnya, sebesar bayi dua bulan. Apakah nanti bayi istrinya bisa lahir segemuk itu?
Hari gini, pikirnya, rekayasa genetika bisa melakukan apa saja. Kalau dia lahir kurang sempurna, mereka bisa beli paket-paket booster yang mudah didapat di minimarket kompleks. Tapi ya, semua terserah sang istri. Nasib laki-laki zaman sekarang, semua urusan anak-beranak sepenuhnya urusan istri. Pagi ini saja, ia terpaksa cuma duduk-duduk di teras rumah sementara istrinya kontrol kehamilan. Masuk kerja resah, ikut ke dokter tidak boleh. Sungguh nasib.
***

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang