Kumplus cover fiksi Ratri Ninditya
20 Maret 2021 9:37

Penyedot Tungau

Ia tidak bisa lagi tidur di kasur itu. Kasur siluman. Kasur setan. Tak lama lagi kasur lateks putih polos itu akan memakannya hidup-hidup, meninggalkan tubuhnya jadi seonggok tulang-belulang dengan sisa darah dan otot di sana-sini yang telah mengering. Sisa tubuhnya itu akan masuk portal berita online di kolom yang paling jarang diklik orang. Lalu jika beruntung, acara televisi yang suka relay tayangan YouTube akan memasukkan berita tersebut dalam daftar kematian paling konyol di Indonesia.
Semuanya diawali dengan gatal-gatal di leher dan punggung. Ia kira mungkin karena singlet crocodilenya sudah tiga minggu tidak diganti, tapi setelah dia pakai singlet baru rasa gatal itu masih ada. Di malam berikutnya, gatal itu makin menjadi. Ia berputar-putar di tempat tidurnya, hadap kanan dan hadap kiri, tengkurap, duduk, koprol, tapi gatalnya tidak juga hilang. Rasa gatal membuatnya terjaga sampai azan subuh berkumandang. Hari itu moodnya berantakan sekali. Ia jadi semakin kesal karena selagi ia gelisah istrinya tidur seperti orang yang menang taruhan. Kedua tangan istrinya terangkat, mulutnya sedikit terbuka, alis berkerut. Ia tidak bisa menyimpulkan apakah itu ekspresi puas atau kecewa, tapi yang pasti istrinya sudah tersesat jauh di alam mimpi. Sungguh luar biasa kemampuan molor sang istri. Padahal, sepanjang malam ia sudah berdecak-decak kasih hint, ngarep ditemani terjaga dalam gelap, kalau bisa dibelai-belai supaya hatinya sedikit tenang. Tapi boro-boro dibelai, dihiraukan saja tidak!
Beberapa hari kemudian, rasa gatal itu tidak hanya muncul ketika ia berbaring di kasur. Gatal mengikutinya ke mana pun dia pergi. Saat mandi ia menggosok seluruh tubuhnya dengan keras, bahkan ia sampai beli shower puff yang sejak dulu selalu direkomendasikan istrinya, tapi ia terlalu malas menggunakannya. Apalagi shower puff itu warnanya pastel feminin seperti seikat bunga. Ia tidak bisa membayangkan tubuhnya yang gagah disapu lembut benda imut yang merekah. Itu ritual merepotkan yang harusnya dilakukan perempuan saja.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang