kumplus- Cover story fiksi Ratri Ninditya- Amer
27 Maret 2021 9:09

Sarang Penyamun

Mereka datang berbondong-bondong selepas matahari terbenam, lima mahasiswa kampus belakang dengan begitu banyak hal yang ingin dibuktikan. Lampu jalanan di seberang rumah mengerjap-ngerjap persis saat Laki 1 menginjakkan sepatunya yang penuh tanah becek di teras rumah, sebuah pertanda yang menggelisahkan. Laki 2 bergegas melewatinya dan langsung menuju kamar mandi. Tak lama, ia menarik selembar pakaian dari ranselnya kemudian menggelarnya di lantai sebagai sajadah. Laki 3 mondar-mandir sambil bicara di telepon dengan nada direndah-rendahkan. Laki 4 ribut ingin dapat kamar yang berjendela. Laki 5 sepertinya yang paling kaya di antara mereka. Ia datang setengah jam kemudian membawa city car mulus yang moncongnya lancip-lancip sporty. Ia mengeluarkan televisi pintar dan playstation dari mobilnya dengan lubang hidung mengembang. Teman-temannya bersorak gembira, mengerubungi mesin-mesin canggih tersebut seperti ayam-ayam yang mendapat tebaran nasi pera. Mereka main bergantian sampai pagi, lalu tidur di atas kasur-kasur yang sebagian besar belum dipasang seprainya.
Fak. Kontrakan ini akan jadi sarang penyamun. Mereka akan merampas dan menguasai tiap sudut ruangan, memenuhi kekosongan dengan sampah-sampah mereka: suara yang keluar dari mulut-mulut lapar, harta benda yang (mereka kira) akan menandakan teritorinya, dan bau khas laki-laki kuliahan yang bernyawa. Hiih. Abu rokok akan bertebaran di lantai, kaleng-kaleng bir dan botol amer bekas akan dideret-deretkan dan sebagian hampir pasti akan jadi asbak yang tak pernah dibersihkan. Kasur akan bau anyir keringat akibat tidur sampai siang, kemudian celana-celana lembab yang digantung berbulan-bulan akan mengeluarkan bau yang paling menjijikkan, bau selangkangan. Fak fak fak.
Jika mereka mulai membereskan kontrakan, tandanya ada perempuan yang akan datang. Banyak juga perempuan bertamu, baik sekadar berkunjung maupun menginap. Perempuan yang datang siang hari biasanya tidak menginap. Perempuan yang datang malam hari biasanya tidak bertahan sampai siang.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang