kumparan plus fiksi selamanya
6 Maret 2021 12:23

Selamanya

Pacar baru suamiku suka kupu-kupu. Aku hanya mengintip sekilas saat mereka pergi. Ia memakai kaus lengan panjang ketat bermotif kupu-kupu. Di punggungnya juga ada tato kupu-kupu yang muncul sedikit dari balik kerah boat neck yang agak melar. Saat ia membonceng motor, bajunya mengepak-ngepak seperti kuping gajah yang riang. Ia memakai sepatu datar yang di ujungnya hinggap kupu-kupu sebesar kepalan tangan. Semoga dia tidak terbang di tengah jalan nanti.
"Primordialisme itu kunci kebahagiaan manusia!" katanya bergurau di satu siang yang terik. "Seperti bonobo!” balasku. Kami memang suka menonton saluran televisi tanaman dan binatang. Sejak aku keluar rumah sakit, nonton kehidupan hewan dan tumbuhan membantu menenangkan hati. Ada sesuatu tentang cara mereka hidup yang begitu memikatku. Suatu waktu kami menonton sebuah program tentang kehidupan sosial primata dan kami terkesima di sesi kera bonobo. Casual sex adalah cara mereka saling menyapa. Mereka melakukannya dengan cepat, gembira, tanpa drama. Sungguh sederhana hidup sebagai kera.
Aku tidak pernah tahu kapan suamiku membeli motor, tapi aku mengerti alasannya. Motor adalah satu dari harta benda barunya yang tidak akan ada urusannya denganku. Motor adalah kebebasannya, hidup barunya. Yang akan membonceng motornya bukan aku, tapi orang lain: teman-teman baru, perempuan baru.

Hanya 20 ribu sebulan,
dapatkan ratusan konten premium kumparan+
Langganan Sekarang